Semua Orang Tidak Baik-baik Saja
by
Riara
- April 30, 2021
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Seharusnya kali ini saya cerita tentang latber memanah yang sangat menyenangkan. Tapi berita yang tidak menyenangkan muncul di semua media dan membuat semua kalimat-kalimat seolah lenyap untuk dikatakan atau dituliskan.
Kapal selam Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak di perairan utara pulau Bali. Itu kabar pertama yang yang muncul tentang Nanggala-402. Hingga malam hari berita ini masih menjadi trending di twitter, Instagram, dan berbagai platform sosial media lainnya. Keesokan paginya berita baru muncul dan menyatakan bahwa persediaan oksigen di dalam kapal selam akan habis pukul 3 dini hari. Dan saat saya membaca postingan tersebut sudah pukul 6 pagi, artinya nya oksigen di dalam kapal selam benar-benar sudah habis. Dalam sekejap saya langsung merasa pengap dan jujur ... ketakutan. Saya adalah orang yang takut air apalagi di kedalaman dan ini adalah laut yang tentu saja luas dan dalam. Tidak bisa saya bayangkan bagaimana mereka mengatasi krisis di bawah sana dengan oksigen yang terbatas, ruang gerak yang terbatas dan dan proses evakuasi yang tidak mungkin.
Pokoknya seharian itu saya terus memantau berita tentang kapal selam ini dan pada akhirnya mereka menyatakan bahwa Nanggala-402 dinyatakan tenggelam, yang artinya seluruh kru yang ada ada di dalam kapal selam tersebut telah meninggal dunia atau gugur dalam bertugas. Sebanyak 53 orang awak kapal tidak bisa kembali ke rumah untuk bertemu dan memeluk orang yang mereka cintai, saya menangis, sedih dan seolah ikut merasakan sakit yang mereka alami. Kehilangan seseorang dengan cara yang sangat tidak disangka-sangka adalah hal yang yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kali ini saya sangat berterima kasih kepada semua media yang mengabarkan berita ini hingga mungkin seluruh orang bahkan seluruh dunia tahu bahwa ada kejadian seperti ini di Indonesia dan mereka siap membantu.
Setelah kabar yang menyatakan bahwa Nanggala-402 tenggelam, muncul kabar lain yang yang mengungkapkan hasil pencarian tim gabungan bahwa Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian dan ini semakin meyakinkan bahwa seluruh awak kapal tidak bisa selamat karena posisi kapal ditemukan berada di dalam Palung Mariana yaitu titik terdalam lautan yang diketahui bahwa arus dan tekanan di dalamnya sangat kuat, jadi bisa menghancurkan tubuh bahkan organ dalam manusia. Hal ini juga yang menguatkan pendapat bahwa tidak mungkin untuk keluar dari kapal dan berenang ke permukaan karena saat keluar dari dalam kapal mungkin saja tubuh mereka sudah hancur karena tekanan dan arus ini.
Sungguh hanya Allah yang tahu bagaimana keadaan mereka yang sebenarnya hingga detik terakhir kehidupan mereka. Apakah mereka benar-benar telah meninggal? Hingga beberapa hari berlalu saya masih berharap mereka selamat. Namun semua orang telah menganggap mereka semua telah meninggal dan mengirimkan duka cita sedalam-dalamnya kepada mereka dan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kini Nanggala-402 dinyatakan sebagai Eternal Patrol (Patroli Selamanya). Mereka dianggap akan terus berpatroli menjaga perairan Indonesia di kedalaman.
Saya pribadi mengirimkan doa terbaik untuk para kru Nanggala-402, semoga kalian tenang dimanapun kalian berada sekarang dan semoga keluarga yang menanti kalian diberi kekuatan dan kelapangan hati oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Maaf telah membiarkan kalian terlalu lama di kedalaman dan terima kasih atas dedikasi kalian hingga detik terakhir.
Sekali lagi maaf dan terima kasih 💕
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

