Resensi Novel Matahari Tere Liye : Petualangan Raib, Seli, dan Ali di klan Paling Jauh

by - Oktober 20, 2016


Judul Buku: Matahari
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Juli 2016
Tebal: 400 hlm ; 20 cm
ISBN: 978-602-03-3211-6

Siapa sih yang tidak kenal Tere Liye? Semua pembaca tanah air pasti kenal dengan penulis best seller satu ini. Matahari adalah buku ketiga dari sekuel Bumi. Bercerita tentang pengalaman tiga remaja yang memiliki kekuatan magis dan melakukan perjalanan di empat klan yaitu Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang.

Sebaiknya baca buku Bumi dan Bulan sebelum membaca Matahari, karena kali ini kisahnya semakin seru dan menegangkan. Di buku pertama dan kedua, sudah diceritakan tentang bagaimana Raib, Seli, dan Ali menyadari kekuatan tersembunyi yang mereka miliki. Di buku Matahari ini, mereka bertiga sedang ‘berlibur setelah pulang bertempur dari klan Matahari’. Pertempuran itu memakan banyak korban, termasuk Ily, putra pertama dari desainer ternama klan Bulan, Ilo. Keingintahuan Ali yang sangat besar membawanya bersama Ra dan Seli menuju ke klan paling jauh, menggunakan kapsul buatannya. Yap, Ali sigenius kita, membuat kapsul terbang yang menjadi kendaraan mereka menuju klan paling jauh di pusat bumi, yaitu klan Bintang. Mereka tidak menggunakan ‘buku matematika’ Ra untuk teleportasi karena mengingat peringatan Av dan Miss Selena.

Sebelum membaca buku ini, memang sebaiknya membaca dua buku sebelumnya. Karena keterkaitan antar ketiga buku ini sangat erat. Penulis menggunakan alur maju, yang saling terikat satu sama lain.

Kapsul terbang milik Ali diberi nama ILY, untuk mengenang sahabat mereka itu. Tentu saja perjalanan ke sana tidak mudah. Berkali-kali mereka menemukan binatang tak terduga, seperti ular dan kelelawar dalam ukuran dan kemampuan yang tidak biasa. Jika di klan Bulan yang paling menonjol adalah rumah berbentuk balon dengan tiang yang sangat tinggi, di klan Bintang semua tempat terbagi dalam ruang-ruang yang simetris. Bangunan, jalan, taman, semua simetris.

Raib, Seli, dan Ali disambut ramah oleh Faarazaraaf, penguasa lembah tempat mereka tiba pertama kali. Faar adalah seorang keturunan klan Bulan, dia sangat senang bertemu tiga remaja dari tiga klan. Ra dari klan Bulan, Seli dari klan Matahari, dan Ali dari klan Bumi.

Pusat klan Bintang ada di kota Zaramaraz. Kota paling luas, paling megah, dan paling maju diantara empat klan. Kedatangan Raib, Seli, dan Ali diketahui oleh Dewan Kota Zaramaraz. Di klan Bintang, penduduk dilarang menggunakan kekuatan, mereka mengandalkan teknologi yang sudah berkembang demikian canggih. Raib dan kedua temannya digiring ke kapal induk Klan Bintang untuk selanjutnya di bawa ke pusat kota Zaramaraz karena dianggap membahayakan. Tapi mendekati tempat tujuan, Ali membuat kehebohan dengan melemparkan granat EMP pemberian seorang Marsekal Laar, sehingga melumpuhkan sebagian tubuh kapal induk. Ra memegang kedua temannya dan melakukan teleportasi kabur dari sana. Dari sanalah, petualangan mereka di klan Bintang semakin rumit. Buku kehidupan Ra hilang, lebih tepatnya diambil oleh pasukan Bintang saat memeriksa ransel mereka. Karena itu, mereka harus kembali mencarinya di kota Zaramaraz, karena hanya dengan buku itu, mereka bisa membuka portal dan segera pulang.

Apakah mereka akan berhasil? Petualangan Raib, Seli, dan Ali dalam buku ketiga ini semakin menegangkan, semua rahasia mulai terkuak, kekuatan ketiga remaja ini juga semakin meningkat. Mungkin di buku ke empat nanti akan ada pertempuran besar-besaran antar empat klan. Buku ini sangat menyenangkan jika dibaca di waktu luang. Ceritanya membebaskan imajinasi, berkhayal tentang dunia yang ‘berbeda’ dari yang kita alami sehari-hari.

Namun ada hal yang selalu membuat saya bertanya. Di buku Bumi, bercerita tentang petualangan Ra, Seli, dan Ali di klan Bulan. Buku Bulan bercerita tentang pertarungan mereka di klan Matahari. Dan buku Matahari menceritakan tentang petualangan mereka di klan Bintang. Saya belum mengerti maksud penulis melakukan ini. Mungkin akan ada penjelasan di buku terakhir nanti. Kita tunggu saja. Selamat membaca ^_^

You May Also Like

0 comments