Kupu-Kupu Beterbangan Dalam Perut
Kupu-kupu adalah salah satu species serangga yang paling indah. Sayapnya yang berwarna warni merupakan daya tarik utama hewan satu ini. Menjadi telur-ulat-kepompong-kupu-kupu dewasa untuk mati seminggu kemudian. Yah, yang pernah saya baca begitu. Masa hidup kupu-kupu dewasa adalah satu minggu, hingga satu tahun tergantung species-nya. Tapi yang kita bahas kali ini bukan itu, melainkan kupu-kupu dan manusia.
Banyak yang mengatakan jika kita merasakan ada kupu-kupu beterbangan di dalam perut, artinya kita sedang jatuh cinta. Saya pertama kali mendengar pernyataan ini di sebuah film Thailand (Yes or No). Barusan saya membaca sebuah tulisan kalau "kupu-kupu dalam perut" adalah kalimat yang paling sering digunakan dalam sebuah cerita (Entah itu cerpen, novel, atau puisi), untuk menggambarkan perasaan jatuh cinta itu. Saya setuju dengan pendapat itu, karena saya juga sering menemukan hal yang sama pada bacaan lain.
Bukan bermaksud apa-apa, karena jujur saya tidak pernah merasakan ada kupu-kupu beterbangan di dalam perut ketika sedang jatuh cinta. Tapi kenapa banyak yang menggunakan frase itu? Padahal setahu saya, ketika hormon dopamin meningkat karena jatuh cinta, bukan perut yang merasakan efeknya. Tapi jantung! Berdebar kencang, ada gemuruh hebat di dalam rongga dada. Saya betul kan? Sudah, mengaku saja. Hahaaha...
Ketika kebanyakan orang menulis itu dengan 'kupu-kupu yang beterbangan dalam perut' saya lebih memilih menggunakan kata 'jantung melompat', lebih mudah dan sederhana, tapi maknanya tetap dapat. Mungkin lebih sering lagi digunakan, tapi saya lebih suka itu. Walaupun penggunaan kalimat 'kupu-kupu yang beterbangan di dalam perut' terdengar lebih indah (tahu majas kan?), tapi itu tergantung penulis juga. Ini hanya pendapat saya saja.
Jadi, apakah disini ada yang merasa kupu-kupu sedang beterbangan di dalam perutnya? Mungkin kamu jatuh cinta. Haha
N.b. : Foto didapat dari Google ahjussi ^_<

0 comments