Beruntungnya Menjadi Bagian Dari Warani Archery School
by
Riara
- Juli 19, 2021
| Barisan pada akhwat |
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sudah bulan Juli dan hujan semakin sering datang saat di negara lain sedang bersiap menyambut summer.
Beberapa bulan terakhir, bisa dibilang saya agak stres karena tidak bisa mengatur waktu dengan baik. Selain karena pekerjaan, juga beberapa kegiatan yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih. Dan sekarang saya sedang diambang pengangguran total. Yes, saya akan berhenti bekerja dan saat saya menulis ini adalah hari terakhir saya bekerja di kantor. Alasannya berhenti? Mau kuliah, hahaha.
Oke, kita bahas yang lain.
Bulan Mei kemarin, coach tiba-tiba mengumumkan bahwa akan ada Latihan Bersama Archer Se-Sulawesi dan KAMI SEBAGAI PANITIA! Kaget gak? Kaget dong! Masa nggak 😂
Dengan waktu yang kurang dari sebulan, kami benar-benar kewalahan. Selain karena waktu yang sempit, juga member Warani yang kurang. Sebenarnya banyak, tapi yang aktif hanya beberapa karena kesibukan masing-masing yang tidak memungkinkan. Jadi kami hanya bisa berharap pada Allah, kerjakan semampunya dan serahkan sisanya pada Allah. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan coach saat itu, beliau lah yang mengerahkan tenaga, waktu, dan perhatian, paling banyak untuk kegiatan ini. Menjadi penanggung jawab beberapa hal sekaligus karena jumlah kami kurang.
Hari-H tiba. Peserta berdatangan dari semua daerah. Jelas sekali kami kewalahan, apalagi Bapak Bupati yang tiba-tiba menginfokan akan datang langsung membuka acara. Kami senang, sekaligu kaget karena persiapan yang rata-rata kurang. Tapi alhamdulilah berkat Allah, semuanya berjalan lancar. Bapak Bupati pun sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Warani Archery School.
Kegiatan Latber kali ini adalah pertama kalinya bagi saya dan beberapa 'teman seangkatan' lainnya ikut lomba memanah OFFLINE. Meskipun tidak menang secara individu, tapi kami berhasil lolos ke kategori beregu dan akhirnya keluar sebagai juara 3. Lumayan, haha.
![]() |
| Ayo Memanah! |
Dengan segala kesederhanaan, kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa ada masalah berarti. Setelah kegiatan selesai, hujan turun deras sekali. Seperti mengabulkan doa kami, cuaca berpihak pada Warani selama kegiatan dan menurunkan hujan setelah semuanya selesai. Syukur alhamdulilah, kegiatan yang tadinya membuat pesimis, akhirnya selesai dengan menyisakan banyak kenangan, rasa lega, dan sedikit rasa bangga. Bangga karena terbukti, kami bisa menjadi tuan rumah bagi acara besar dan pertama kalinya di kota kami.
Dan saya, yang saat itu bertugas sebagai sekretaris, merasa sangat beruntung bisa tergabung dalam klub ini. Warani Archery School adalah circle paling positif yang saya temui setelah bertahun-tahun. Di sini saya bertemu orang-orang luar biasa yang membuat saya merasa berada di tempat yang tepat untuk belajar, bergaul, bermain, dan merawat diri dari cara yang paling sederhana. Terimakasih Allah atas kesempatan yang diberikan sehingga saya bisa mengenal dan belajar panahan meski bukan di usia anak-anak lagi. Tapi sungguh, ini berkah yang akan selalu saya syukuri.
Dan akhir bulan ini, kami akan ikut serta dalam turnamen panahan di Gubernur Cup 2021. Anak-anak yang lain sudah menyesuaikan tembakannya dengan baik. Beda dengan saya yang masih kurang banyak, kesalahan masih sering terulang, mungkin itu yang membuat saya lesu. Belum lagi rasa tidak enak mau meninggalkan kantor saat banyak pekerjaan dan pengganti saya belum datang.
Tapi...
Saya memutuskan untuk berhenti merasa tidak enak. Perasaan seperti itu yang membuat saya terjebak dan semakin lama semakin membuat sulit bernapas. Okey, saatnya berhenti. Keputusan kamu sudah tepat Ria. 잘했어요😘
Besok lebaran idul adha, dan setelahnya saya berniat latihan setiap pagi untuk memperbaiki postur dan tembakan. Agar saat lomba nanti tidak malu-maluin. Meskipun tidak mungkin menang, setidaknya tidak menjadi yang paling terakhir. Hanya itu yang paling saya harapkan. Dan semoga adik-adik dan teman-teman yang lain bisa meraih medali emas. Aamiin.
Ini salah satu keberuntungan saya bergabung di Warani Archery School. Meski dalam keadaaan paling putus asa sekalipun, saya tetap yakin kalau harapan itu masih ada. Semuanya belum selesai sebelum kita melakukannya. Tidak ada yang tidak mungkin.


