Masa Afirmasi Positif
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Oktober tiba dan semakin ke sini semakin terasa saya menua. Hahaha!
Tapi baru dua hari lalu menyelesaikan tiga buku Funiculi Funicula dan waow, buku itu sangat indah, luar biasa hebat! Sebagai pembaca saya sangat menikmati. Sebagai penulis, saya insecure tidak bisa menulis kisah seindah itu. Sebenarnya ada rencana menulis fiksi lagi, romance, tapi lengah dikit curhat. Jadi dihentikan untuk sementara. Lagipula sekarang mau fokus belajar demi impian menjadi dosen.
Dosen. Jauh sebelum hari ini, tidak pernah sekalipun terpikirkan akan memilih profesi satu ini. Tapi lihatlah sekarang, itu satu-satunya pekerjaan yang tersedia untuk kualifikasi yang saya miliki. Pengangguran, tanpa kemampuan mumpuni, sekarang rasanya pekerjaan apapun boleh asalkan halal. Ya Allah, cape' sekali jadi pengangguran. Karena menjadi seorang jobless sangat berbanding terbalik dengan mimpi-mimpi yang sangat besar itu. Umroh, liburan, nonton konser Seventeen, punya kamera! Ya Rabb, semua itu butuh uang, jadi wajib punya pekerjaan. Dan kebetulan sudah memenuhi syarat untuk menjadi dosen, jadi sekarang sedang dalam tahap persiapan menuju ujian seleksi.
Siapapun yang punya pekerjaan, bersyukurlah.
Tapi...
Di luar sana ada banyak kasus orang yang ingin berhenti bahkan bundir karena tidak tahan, entah karena lingkungan kerjanya atau pekerjaan yang terlalu banyak dan tekanan yang dialami. Ingat kata Han Jipyeong, "Pada akhirnya rasa cintamu pada pekerjaan itu yang membuatmu bertahan." Jadi alangkah menyenangkannya jika kita bekerja di bidang yang kita sukai.
Sebenarnya saya sadar, menjadi dosen itu berat, susah, waktu me time akan berkurang, tapi entah kenapa... eike siap dan eike mau melakukannya. Seberat apapun itu saya pasti bisa, seperti yang sudah-sudah. Tantangan bicara di depan umum, bisa dilatih. Tantangan bawa motor, sudah bisa. Tantangan bepergian sendiri, saya suka! Jadi tidak ada alasan saya tidak bisa melakukannya. Dengan niat dan kemauan pasti semua bisa teratasi. Kali ini saya sangat percaya diri.
Kurangi interaksi dengan smartphone! Gunakan benda itu hanya jika dia bunyi, atau kamu butuh!
Untuk diri ini di masa depan.
Kamu hebat. Kamu luar biasa. Kamu berhasil. Terima kasih sudah bekerja keras.
Good job karena kamu tidak pernah lupa sholat dan puasa sunnah di tengah semua kesibukan itu.
Tetap sehat dan hiduplah seribu tahun lagi.
