Sosmed : Menulis Jangan Baper
Hellow..... Long time no see ^_^
Saya sibuk......sibuk mencari ide tulisan tapi tidak ketemu-ketemu juga. Akhirnya, just do it!!!
Blog fiksi saya mengambang, jarang terupdate lagi karena saya tidak tahu harus menulis cerita apa. Mungkin benar tulisan yang pernah saya baca, kalau inspirasi datang ketika kita sedang sedih atau patah hati. Jadi benar jika saya katakan kalau 'mungkin saya kurang tersakiti'?
Hahaha....bodoh! Jika harus 'sakit' dulu baru bisa menulis, itu artinya hidupmu menyedihkan. Lalu, kamu mau kesedihanmu diketahui banyak orang karena menulisnya di sosmed? Kamu bukan hanya bodoh dan menyedihkan, tapi sudah mencapai tahap memprihatinkan. Maaf kalau saya tidak sopan berkata demikian. Karena saya pernah melakukannya, dan sekarang saya tahu itu memalukan.
Oleh karena itu, bijaklah dalam menulis. Apalagi jika itu akan disebarkan di sosmed. Kecuali untuk konsumsi pribadi, kamu bebas menuliskan apapun.
Saran menulis dari saya, jangan baper (bawa perasaan). Karena banyak orang kepo dan silent reader yang akan berpikir kita mengalami hal yang kita tulis. Akan sangat menyenangkan jika yang kita tulis justru sebenarnya sedang terjadi pada orang lain, kita hanya sebagai pendengar, karena suka dengan kata-katanya misalnya. Memangnya kalau orang tahu masalah pribadi kita, mereka mau membantu? Tidak. Makanya jangan baper! Tulis saja yang terlintas di kepala, karena belum tentu pikiran itu akan terulang. Hanya kenangan, atau hal yang pernah terjadi yang akan melekat di ingatan kita. Maka pintar pintarlah menangkap ide.
Sekarang, saya aktif di beberapa akun sosial media. Di bbm, sering ada teman yang memasang Display Picture berupa quote. Entah kenapa saya menganggap itu lebay. Seolah mereka kurang semangat. Di facebook, saya paling benci jika ada notif berupa ajakan main game. Orang yang berkata kasar, mengumpat, dan mengomel, langsung di unfriend. Jika ada yang tidak menyukai saya, bisa melakukan hal yang sama, silakan.
Line, disanalah semua hal konyol saya berada. Instagram, aplikasi paling saya sukai saat ini. Foto dan caption. Saya tidak akan menjelaskannya. Konsep Instagram saya adalah tentang semua foto yang saya jepret sendiri, dan hal apapun yang ingin saya katakan tentang foto itu. Itulah sebabnya, hingga saat ini tidak ada satupun foto yang memajang wajah saya. Tidak usah tertawa, saya tahu saya tidak cantik.
Ah sudahlah.....
Pokoknya jangan baper-lah hanya karena ingin dikatakan 'anak kekinian'.
Salam Sparkling ^_^

0 comments