Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?
"Kenapa kamu menulis?"
"Karena saya suka"
Itulah jawabannya jika saya ditanya kenapa menulis. Suka ya suka. Tidak ada alasan lain lagi.
Pagi ini, Rabu 14 September 2016, buku kedua saya terbit, NUGARI. Seperti biasa, kebiasaan dipagi hari sebelum melakukan aktivitas, pasti berduaan dulu dengan ponsel. Mengecek beberapa sosmed berharap ada bacaan menyenangkan untuk melengkapi pagi. Tapi saya menemukan sesuatu yang diluar ekspektasi. Penerbit tempat saya mengirim naskah sudah mengupload cover buku saya, lengkap dengan harganya. Surprise! Saya senang bukan kepalang! Meski sebenarnya saya berharap bisa diupload tanggal 19 supaya bersamaan dengan comeback INFINITE, tapi ya sudahlah...
Bagi kebanyakan orang, mungkin itu luar biasa, sedikit orang akan menganggap biasa saja. Saya bisa setuju dengan keduanya. Satu, karena semua orang bisa menulis, apanya yang hebat? Dua, tapi jika mereka tahu bagaimana rasanya dari mengetik naskah sampai proses terbitnya, wow, it will make you spechless.
Bukan sombong atau ingin berbangga diri, tapi saya sendiri memang bangga dengan apa yang saya lakukan. Saya membukukan naskah, karena saya ingin isi kepala saya ada dalam bentuk wujud. Ada buku yang isinya ditulis oleh saya, semua halaman adalah kata-kata saya. Itu sangat menyenangkan. Tidak sia-sia saya menghayal, bermimpi, bahkan berbicara sendiri. Lalu menuangkannya dalam bentuk tulisan.
Sekadar informasi, buku ini bisa terbit karena saya mengikuti event terbit gratis yang diadakan oleh sebuah penerbit. Jadi, berhentilah menganggap saya kaya. Saya menulis bukan untuk uang, ingat itu.
Sekian.
NB :
Jika penasaran dengan kisah cinta saya, buku ini menggambarkan sebagian kisahnya. Beruntunglah orang yang membaca ini sebelum membaca bukunya.

0 comments