Berharap Hujan Berhenti

by - Februari 02, 2017

Memang sedang musim. Di kota Soppeng, hujan datang sudah setiap hari, bahkan sekarang sudah hampir seminggu. Bisa dikatakan hujan tidak pernah berhenti. Baru hari ini, hujannya sangat deras disertai angin kencang.

Apa kabar Sparkling? Unmood, lemah, lunglai, tak berdaya. Katanya hujan membuat orang merasa tenang, menghilangkan stres, tapi yang terjadi pada saya justru sebaliknya. Saya merasa takut, tidak tenang, dan hujan sukses menyedot semua semangat saya. Saya benar-benar tidak berminat melakukan apapun, termasuk mandi. Hiburan saya hanya ponsel dan laptop. Bukan lagi matahari.

Secara tidak sadar, saya merindukan matahari. Saya ingin kepanasan lagi.

Sampai sekarang juga masih hujan, berhenti, deras, berhenti, hujan lagi. Entahlah, mungkin saya banyak dosa. Padahal besok sudah janji mau ke Enrekang bersama tiga anak itu. Siapa lagi kalau bukan Erma, Mey, dan Wana. Ada festival bisang yang akan kami datangi, dan itu sudah direncanakan jauh-jauh hari. Kemarin sebenarnya saya sudah katakan pada mereka kalau mungkin saya tidak bisa ikut, alasannya hanya satu, hujan. Mereka tahu kalau saya dan hujan tidak cocok. Tapi pagi ini mereka bilang, kalau saya tidak pergi berarti semua batal pergi juga. Rumit. Perempuan memang begitu.

Jadi ya sudah. Saya tidak mau rencana ini batal hanya karena saya tidak jadi ikut. Oke, besok kita berangkat.

Ahh..saya lupa. Ada satu orang yang minta oleh-oleh? Maaf. Saya juga kurang tahu apa yang bisa dibawa dari Soppeng. Kalong? Tangkap saja sendiri. Hehe. Maaf. Serius, disini hujan terus. Saya bahkan tidak bisa ke pasar.

Tapi demi apapun, hujan, tolong berhentilah....

You May Also Like

0 comments