Debut Main Archery Combat Berkat KMJ TP UH
Di Indonesia, setiap tahun ada perubahan bertahap. Perkembangan demi perkembangan terlihat dengan jelas. Jalan, bangunan, gaya hidup, sampai hobby dan olahraga. Saat ini tiba-tiba muncul olahraga archery (panahan) yang membuat siapapun ingin mencobanya, termasuk saya. Sebenarnya bukan saat ini, tapi sejak dulu saya paling ingin mencoba panahan. Alasannya cuma satu, olahraga ini keren! Keren alatnya, dan membuat keren siapapun yang mencobanya. Di film dan drama korea, mereka sering menggunakan pemanah sebagai salah satu karakter tokohnya.
Minggu lalu, saya melihat postingan adik-adik di grup facebook KMJ TP UH tentang ajakan bermain Archery Combat dengan kontribusi yang bisa dibilang sangat murah. Tidak perlu dibaca dua kali, tidak perlu berpikir dua kali, saya mau ikut! Kebetulan saat itu saya memang berencana ke Makassar untuk ikut 'euforia' dan jadwalnya hanya terpisah dua hari dengan Archery Combat, jadi jadwal ke Makassar dipercepat sebelum hari H.
Tiba di Makassar, saya merasa tidak percaya diri bisa ikut. Karena sudah lama tidak ke kampus, mungkin saya tidak mengenal siapapun lagi di himpunan, dan memperkenalkan diri adalah hal yang saya benci. Hehe. Tapi akhirnya ada yang menelepon, junior kesayangan ternyata di Makassar dan berencana ikut juga. Oke, besok kita ketemu.
Keesokan harinya, Minggu pagi kami menuju TKP, lapangan Mesjid Kampus Unhas (bagi yang bertanya di bagian mana, itu di tikungan kanan pertama saat memasuki pintu 1 Unhas). Tiba di sana, sudah ada beberapa orang yang saya kenal dan alat-alat yang akan digunakan untuk Archery Combat.
Sekitar dua puluh orang berkumpul, kami mendengar arahan singkat dari bapak yang melatih sambil melakukan demonstrasi. Daebak!!! Panahan memang keren, melihat secara langsung lebih keren daripada di televisi atau layar lebar.
| Instruktur Archery kami |
Saya pun mencoba, sumpah itu adalah pengalaman pertama saya memegang busur dan anak panah, itu adalah pertama kalinya saya mencoba olahraga panahan! Rasanya excited sekali. Meski awalnya saya ragu karena saya kidal, tapi hal itu tidak menjadi masalah sama sekali. Bapak pelatih bilang kalau yang penting, tangan paling kuat itulah yang digunakan untuk menarik senar. And I did.
| Debut pegang busur dan anak panah |
Susah! Hahaha. Memang terlihat mudah, tapi bila mencobanya tidak akan semudah itu. Busurnya lebih berat dari bayanganmu, meletakkan anak panah juga ada aturannya, dan menarik senar membuat seluruh tubuh bergetar, lengan menjadi gemetar dan pegal. Target yang akan di panah adalah persegi yang memiliki lima lubang dan di beri angka 1 sampai 5. Target itu yang akan menjadi poin jika berhasil menjatuhkannya. Meskipun susah, kami terus mencoba, terus mengulangi, bergantian. Kami mengatakan, untuk memasang anak panahnya saja butuh waktu selama itu bagaimana jika harus berperang?
| Sesi Latihan |
Pertanyaan itu akhirnya terjawab. Kami dibagi menjadi beberapa tim yang masing-masing terdiri 4 orang. Dua tim akan berperang dalam setiap ronde dan pemenangnya akan lanjut ke ronde selanjutnya, begitu terus sampai final.
Arena combat terbagi dua, di masing-masing wilayah dipasang target 1-5 untuk poin dan bantalan untuk berlindung karena jika terkena tembakan, artinya kita keluar dari permainan dan tim lawan mendapat tambahan satu poin, rugi dua kali kan?
Sebelum memulai, kami dilengkapi dengan topi pelindung, busur, dan anak panah. Waktu perang ditentukan selama tujuh menit dengan persyaratan tadi. untuk combat ini, anak panah yang digunakan adalah yang memiliki bantalan pengaman, agar tidak melukai saat terkena tembakan panah. Dan wasit memulai permainan dengan membunyikan peluit. Perang dimulai!
Begitu peluit ditiup, anggota tim berlari ke depan mengambil anak panah yang diletakkan di tengah untuk selanjutnya kembali berlindung dan memasang anak panah, membidik, lepas. Urusan kena sasaran atau tidak sepertinya bukan hal penting untuk kami. Yang penting adalah anak panahnya melesat dengan baik. Bukan hal mudah untuk berlari, memungut anak panah, berlindung, dan memasang anak panah, menghindari tembakan lawan juga membuat kami kelelahan. Tapi kami sangat menikmatinya. Permainan ini sangat menyenangkan! Cobalah... Recommended banget!
| Arena Perang |
Setelah bertarung selama tujuh menit, permainan berakhir dan tim dengan jumlah poin tertinggi keluar sebagai pemenang. HAUS. Hahaha. Itulah yang pertama kali kami keluhkan setelah permainan berakhir. Apalagi hari itu matahari bersinar cerah. Lengkap sudah. Air... mana air?
Permainan terus berlanjut dan kami mulai terbiasa dengan busur dan anak panahnya. Setelah permainan selesai, beberapa orang mengatakan kalau waktu terasa berjalan cepat sekali. Olahraga panahan ini membuat ketagihan. Selalu muncul perasaan ingin mencobanya, lagi dan lagi.
Waktunya pulang, saya ingin pulang tapi diajak makan siang dulu, oke saya ikut. Selesai makan juga mau pulang, tapi diajak ke kampus (himpunan), oke ikut lagi. Di himpunan kumpul dan cerita rame-rame, copy foto Archery tadi, makan bakwan buatan adik-adik, dan minum jus jeruk (rasa jasj*s). Seru! Sudah sore dan saya mau pulang, tapi ditahan lagi, hujan....deras!!! Kami berkumpul di gazebo himpunan, berteduh. Perasaan itu sudah lama tidak saya rasakan, senang bisa kembali ke himpunan lagi dan benar-benar lupa pulang. Hahaha.
| Mengambil gambar untuk dokumentasi |
Malam hari saat hujan sudah berhenti, seorang teman menghubungi ingin ditemani makan, saya mengiyakan lagi. Jadi seharian itu saya di luar. Badan lelah, wajah kusam, tapi hati senang. Keesokan hari, saya bangun dan badan tidak bisa bergerak, kaku. Ah pegal sekali. Inilah efek dari permainan kemarin tanpa pemanasan lebih dulu. Tapi jika ada kesempatan, saya ingin mencobanya lagi. Harus!
Terima kasih adik-adik tersayang, sudah mengundang kami untuk bergabung. Lain kali ayo adakan kegiatan ini lagi dengan lebih banyak orang. Pasti seru!
| Para Peserta Archery Combat |
SUKSES SELALU
KMJ TP UH


0 comments