Pesan Cinta Untuk Pak Jokowi

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Annyeong haseyo
Lama ya, saya nggak posting. Itu karena sok sibuk dan syedih gegara naskah saya tidak lolos lagi. But never mind, saya bisa terbitkan digital. Kisah yang saya tulis tentang Chen yang adegannya harus diubah karena dalam penulisan naskah, saya memutuskan untuk hijrah dari kpop. Hehe.
Selain itu, fokus saya juga beralih pada pilpres 2019 yang memenuhi timeline. Belum lagi pemberitaan televisi yang berkoar-koar entah benar atau tidak. Saya memilih untuk menunggu keputusan dari KPU saja. Seperti kata Anji, saya juga tidak mau jadi alat yang menebar hoax pun yang menikmatinya. Karena jelas dalam hal ini, banyak pihak -pihak tidak bertanggungjawab yang sengaja mengadu domba demi kepentingan mereka sendiri.
Hmm....
Bapak Jokowi yang terhormat.
Dua kali Bapak ikut pilpres, dua kali juga saya memilih Bapak. Alasannya? Dulu saya melihat bagaimana Bapak memimpin kota Solo, bagaimana Bapak peduli dengan semua kalangan terutama rakyat kecil. Sekarang, saya memilih Bapak lagi karena melihat kinerja Bapak selama hampir lima tahun terakhir.
Bapak Jokowi, mungkin satu-satunya presiden yang mengunjungi langsung lokasi bencana, memantau langsung pembangunan infrastruktur, menemui langsung rakyat dengan tangan terbuka. Mungkin karena hal-hal seperti ini yang memang ingin saya lihat dari seorang presiden. KERJA NYATA.
Sebelum pilpres tahun ini, ada beberapa orang yang mengatakan, "Mungkin Pak Jokowi memang bagus, tapi lihat orang-orang di belakangnya." Saya juga berpikir mengenai itu, tapi saya hanya merasa yakin kalau Bapak pantas menjabat satu periode lagi. Hanya itu.
Saya memang tidak paham politik. Saya tidak akan membahas mengenai persentase, nominal, korupsi, utang, ekspor impor, dan lainnya. Karena saya memang tidak tahu. Saya hanya melihat banyak rakyat kecil yang terbantu, meski pemerataannya belum maksimal. Tapi seperti kata Bapak, untuk melakukan hal-hal besar itu butuh waktu dan tahapan-tahapan. Tidak ada yang instan.
Saya suka kesederhanaan yang Bapak miliki. Kemana-mana mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Persis seperti pegawai magang atau pelamar kerja. Siapa sangka Bapak adalah seorang presiden. Bapak hanya mengenakan batik atau jas di acara-acara tertentu misalnya saat mengundang artis ke istana, atau menyambut pemimpin negara lain yang datang berkunjung ke Indonesia. Itu artinya Bapak lebih banyak bekerja daripada duduk, memerintah, dan menunggu laporan. Saya bangga Indonesia punya pemimpin seperti Bapak.
Selamat menanti pengumuman dari KPU. Apapun hasilnya, saya tetap bangga karena memilih Bapak Jokowi. Sehat terus Pak, kami selalu mendoakan yang terbaik untuk Bapak dan keluarga.
Saya memang bukan ulama, bukan juga umat islam yang paling taat ibadahnya. Tapi saya yakin pada Bapak untuk memimpin negara ini lagi. Maaf jika saya menginginkan bapak menerima beban besar itu kembali.
Salam dari anak negeri yang masih susah lepas dari kpop.
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

0 comments