Mother is Everything

by - Oktober 28, 2019



Yeayyyy!!!!! Akhirnya sempat buat postingan Oktoberrrrrr.... 😂

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh. 

Teman-teman tersayang, semoga selalu sehat dan bahagia dimanapun berada. Aamiin. 

Curhat boleh kan, ya?

Bulan Agustus hingga September kemarin, bisa dibilang keluarga kami diterpa cobaan begitu berat yang seolah mencuri kebahagiaan dari wajah dan jiwa kami. Air mata bercucuran, lelah menyelimuti, semangat redup. Tapi satu hal yang tetap bertahan, Allah tidak pernah jauh. Dia selalu bersama kami, Dia mendatangkan orang-orang baik, dari teman, tetangga, hingga orang yang tidak dikenal. Allah memang memberi kami cobaan, tapi Dia tidak pernah luput memberi pertolongan. Saya tidak ingin lagi jauh-jauh dari Allah. 

Alhamdulillah hingga hari ini, semuanya berangsur normal. Dan yang paling membekas dari cobaan itu adalah ibu, yang bisa dibilang adalah tangan yang sangat kuat dan kokoh yang mampu menarik kami anak-anaknya yang terjatuh lemas tak berdaya. Ibu adalah wanita super kuat yang pernah saya kenal. Dan sebenarnya beliaulah alasan saya mengambil semua keputusan-keputusan besar hingga detik ini. 

Hmmm... Kita beralih ke cerita lain. Masih tentang ibu, tapi ibu orang lain.

Seorang ibu yang saya kenal sejak akhir tahun 2017 lalu. Dia memiliki 4 orang anak. Anak pertama kelas 4 SD, yang kedua kelas 3 SD, yang ketiga sebentar lagi masuk TK, dan yang bungsu baru berusia sekitar 7 bulan. Dia bekerja sebagai PNS dan suaminya seorang pegawai bank. Alhamdulillah, semua berjalan baik. Sesekali hanya mengeluhkan pekerjaannya yang tidak kunjung usai. Tapi apa yang hebat? Dia tidak pernah menyerah.

Tahun lalu, masalah pertama yang saya tahu, karena sebuah alasan, suaminya harus berhenti bekerja dan menganggur. Jadi dia adalah tulang punggung bagi keluarganya sekarang. Dengan gaji PNS yang tidak seberapa, menghidupi keluarga kecilnya bisa dibilang nyaris tidak cukup. Tapi beliau membuktikan kalau dia bisa bertahan. Dengan kemampuannya memasak, dia membuat camilan dan diantarkan ke toko-toko sebagai uang tambahan. Saya sungguh melihat hidup yang tidak mudah di keluarga ini. Tapi dia selalu menunjukkan kalau dia baik-baik saja. 

Masih tahun lalu, masalah selanjutnya yang saya lihat dan turut terlibat di dalamnya adalah saat musim lembur dan dia tengah hamil besar. Calon anak ke 4 nya akan segera lahir! Tapi dia tidak meminta cuti dan terus menyelesaikan tanggung jawabnya meski masih di rumah sakit pasca melahirkan. Namun pekerjaan itu seperti tak ada habisnya, saya sempat menangis karena merasa kalah sama dunia. Saya lelah karena nyaris tidak punya waktu untuk tidur. Tapi karena Allah selalu ada dan sholat tidak pernah lupa, masalah pekerjaan beres. Senang rasanya waktu dia mengatakan kalau kalimat saya benar. Saya bertanya apa yang dia maksud?
Serahkan semuanya sama Allah.
Kalimat pendek itu ternyata jadi mantra baginya.

Tahun berlalu dan si bungsu lahir dengan selamat. Akhirnya beliau cuti dan mengambil masa istirahatnya pasca melahirkan. Sempat tidak ada kabar sama sekali. Sampai akhirnya dia masuk kerja dengan wajah sumringah. Beberapa bulan kemudian, akhirnya dia berani membawa si kecil ke kantor. What a surprise? Si kecil adalah anak ahli surga insya Allah. Anaknya mengidap penyakit (maaf)  Down Syndrome (DS) atau lebih sering kita dengar dengan nama Wajah Sedunia. 

Awalnya saya kira anak penderita DS hanya bagian otak yang agak susah menerima informasi. Ternyata seluruh tubuhnya, termasuk tumbuh kembangnya perlu dijaga. Karena mereka sensitif dan memang butuh perawatan khusus, berbeda dengan anak yang normal. Sekarang saya mengerti, kenapa orang yang mengasuh anak berkebutuhan khusus bisa masuk surga. Allah adil sekali. 

Tidak sekalipun saya melihat beliau menangis, kadang dia hanya resah kalau mengingat anaknya di rumah. Saya kembali menyadari sesuatu, ini maksud Allah memberi mereka cobaan sang suami berhenti bekerja. Supaya ada yang menjaga si kecil selagi ibunya bekerja. Allahu Akbar!!! Sementara 3 kakaknya mengerti dengan keadaan keluarga mereka. Sungguh, saya bisa dapat pelajaran apa lagi dari keluarga ini?? 

Beberapa minggu lalu, ujian keluarga kecil itu kembali hadir. Si kecil sakit dan harus masuk rumah sakit, ruang ICU. Beliau dan suaminya berjaga di rumah sakit, dan meninggalkan ketiga anaknya dirumah yang juga masih anak-anak. Allah, sekuat apa hatinya? Kau menempanya dengan ujian yang tidak mudah.

Sungguh hari yang sangat menguras pikiran dan akal sehat. Allah Maha Berkehendak. Sudah, jangan risau lagi. Saya beruntung mengenal seorang ibu sekuat ini. Sekuat baja setegar karang. Ia tidak goyah, mengusahakan yang terbaik untuk anaknya, menggantungkan segalanya pada Allah. Semoga si kecil lekas sembuh dan perkembangannya baik. Semoga ia tumbuh menjadi anak yang akan menjadi jalan orangtuanya ke surga.

Terima kasih atas segalanya Ya Allah.
Tiada kuasa selain kuasaMu. 
Lindungilah semua ibu yang seperti ini di seluruh dunia. 
Amin ya robbal alamin.
Hasbunallah, wani'mal wakiil. 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 💕

You May Also Like

0 comments