Rasanya Menua

by - April 09, 2020



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat menikmati #DirumahAja ya semuanya. Semoga wabah ini segera berlalu dan kita semua bisa menjaga bumi dengan lebih baik. Aamiinn

Hmmm... By the way, today is my birthday, sudah cukup umur untuk nikah. Hahaha. Tunggu tanggal mainnya saja. Semoga tahun ini diberikan jodohnya sama Allah. Aamiin

Dan rasanya sudah tua banget. Haha. Padahal jiwa saya masih kekanakan, kelakuan juga masih begini-begini saja. Memang yah, waktu berlalu tanpa disadari karena terlalu sibuk sama dunia. Astagfirullah.

Kenapa bisa merasa tua?

Satu, anak-anak yang dulu dilihat masih bayi bahkan pernah digendong, sekarang sudah kuliah aja. Ada yang sudah nikah dan punya anak. Saya? Masih begini-begini saja.

Dua, teman-teman berkurang. Ponsel yang biasanya berfungsi untuk saling komunikasi dengan teman-teman, kini lebih sering diam. Jarang lagi ketemuan atau kumpul sekedar jogging di hari minggu.

Tiga, malas bergerak. Haha. Atau ini cuma saya saja yang malas? Saya malas membuang-buang waktu, misalnya sekali mau ke dapur, diusahakan mengambil semua yang dibutuhkan supaya tidak perlu kembali lagi nanti. Aneh juga ya. Malas tepatnya.

Empat, lutut dan punggung sakit walau cuma kerja ringan. Kaki sakit walau jalan tidak terlalu jauh. Kadang saya takut tiba-tiba meninggal tanpa ada yang tahu. Kesian gitu.

Lima, kerutan kulit. Ya ampun untuk yang sering perawatan mungkin tanda ini belum nampak, tapi di saya, sekali lihat, orang sudah bisa tau kalau saya tidak muda lagi.

Begini ya rasanya menua, di usia ini, tua dan belum menikah. Apalagi kalau sudah punya anak. 

Tapiiii.......

Meski begitu, saya tetap positif thinking Allah memberi yang terbaik dengan mengizinkan saya hidup sampai sekarang. Hari ini usia berubah menjadi semakin dewasa, semoga ibadah juga meningkat ya Ri.

Dan...

Menua tidak seburuk yang mereka pikirkan. Fisik pasti berubah, tapi kita bisa meningkatkan ketakwaan kepada Allah bukan? Karena kita mati tidak bawa badan ini, cuma amal baik dan ibadah selama hidup. 

Jadi apa hadiah hari ini?

Saya tidak biarkan orang lain tahu (gak update story atau post sesuatu, kecuali ada yang ingat). Tapi kenapa di post di blog? Karena reader saya gak ada. Kalaupun ada, mungkin setelah hari ini berlalu. 

Sebenarnya sudah lama sih, saya meninggalkan memperingati hari ini, gak penting juga kan? Saya cuma mau menikmati hari ini sendiri, instrospeksi, tahun lalu masih bikin segudang kesalahan. Dan tentang hadiah, saya hadiahkan diri saya dengan puasa sunnah. Ini spesial karena hari ini ada 3 macam puasa sunnah. Sunnah Senin-Kamis, Ayyamul bidh, dan nifsu Sya'ban. Semoga ini akan menjadi awal datangnya berkah hari ini hingga hari-hari berikutnya. Aamiin.

Tidak ada yang buruk dengan menua. Sudah sepantasnya kita bersyukur, masih hidup, masih bisa menulis dan membaca.

Terimakasih.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


You May Also Like

0 comments