Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman yang insya Allah dirahmati Allah Subhana Wata'ala
Puasa ke-15 hari ini semoga diterima Allah. Amiinn.
Saya tidak pernah berpikir sama sekali bahwa bulan ramadan akan sesepi ini. Tidak ada hingar bingar, deru motor, saat sahur, ngabuburit, buka puasa, hingga tarwih. Semua orang#dirumahaja. Walaupun saya sebenarnya suka dengan berada di rumah selama mungkin. Karena sejujurnya saya lebih produktif jika di rumah. Banyak hal yang bisa saya kerjakan, bahkan kadang makan dan buang air itu tidak lebih penting. Hahaha.
Menjadi seorang introvert membuat saya jauh lebih nyaman di rumah daripada di luar rumah bersama banyak orang. Saya merasa lebih tenang jika sendiri daripada rame-rame. Penyakit antisosial saya memang separah ini. But I enjoyed.
Di kota kami, korban terinveksi Covid-19 ada 5 orang, 1 orang meninggal, dan 1 orang dinyatakan sembuh. Semua perbatasan dijaga ketat oleh tim keamanan, atas perintah Bupati. Dan sejak 6 Mei lalu, siapapun tidak diizinkan melintasi perbatasan. Tidak ada yang boleh masuk kecuali dengan satu syarat, menjadi ODP dan dikarantina selama 14 hari. Saat membaca berita ini, saya langsung mengatakan cara kalau ingin membantu pemerintah dalam penanganan pandemi ini adalah dengan tinggal #dirumahaja. Bukan tanpa alasan peraturan ini dibuat. Saya tidak perlu menjelaskan bagaimana virus ini menyebar.
Pertengahan Ramadan dan pandemi ini belum juga reda. Kabar terakhir terkait kemungkinan meredanya Covid-19 adalah bulan September. Masih sangat lama! Kemudian saya berpikir, apakah tidak akan masalah jika selama itu saya terus di rumah?
Bosan.
Saya sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu. Bosan adalah saat saya tidak bisa melakukan sesuatu yang saya sukai. Dan itu hanya bisa terjadi jika saya di luar rumah. Saat di rumah, saya selalu tahu harus melakukan apa. Pokoknya rumah is my priority. Meskipun kadang malas membersihkan. Heheh.
September masih lama. Tapi semoga pandemi ini benar-benar segera berakhir. Bukan saya, tapi banyak orang di luar sana yang harus mencari nafkah tidak dengan tinggal di rumah. Semoga mereka dikuatkan, dan kita diberi kesabaran. Allah tidak menurunkan ujian diluar kemampuan kita.
Bagaimana keadaan kota kamu di tengah Pandemi ini? Semoga setelah ini berakhir, semua akan lebih baik. Termasuk rencana-rencana masa depan gemilang yang sudah kamu siapkan dari dulu.
Selamat berjuang!!!
Assalamualaikum...

0 comments