My Debut in Archery 18m Horsebow
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Annyeong ayuhannas...
Hari ini adalah hari terakhir di Februari dan saya ingin bercerita tentang kompetisi panahan online kemarin.
Bismillah...
Hujan yang terus turun seminggu terakhir membuat bukan hanya saya, tapi juga coach dan teman-teman menjadi khawatir. Tentu saja, karena hujan jelas berpengaruh pada laju penerbangan anak panah, begitu juga dengan angin. Jadi, coach menyarankan agar lomba yang sebelumnya dijadwalkan hari Ahad, dimajukan ke hari Sabtu. Dan semuanya setuju.
Tibalah hari-H (27/02/2021), terbangun pukul 03.31 subuh. Saya gelisah karena mendengar hujan yang turun di atas seng. Segera berdoa agar hujan berhenti dan berpasrah hanya kepada Allah. Hujan berhenti, tapi tak lama kemudian disusul hujan yang lebih deras. Kemudian reda, dan turun lagi. Begitu terus hingga matahari mulai tampak saat menjelang pukul 06.30 pagi.
Diana, partner pembonceng saya tiba dirumah setelah hujan reda. Tiba-tiba ada telepon, ada yang menawarkan ikut naik mobil ke Padali (lokasi lomba). Diterima. Daripada kehujanan di jalan? Tidak ada yang bisa menebak cuaca hari ini. Namun sepanjang perjalanan hingga ke lokasi lomba, cuaca cerah ceria. Angin berhembus sedang, matahari terik membakar kulit, dan kami tanpa membuang waktu, langsung mulai.
Kami bergiliran karena jumlah bantalan yang tidak cukup. Dimulai dengan pemanah putra dan empat orang pemanah kategori SD, kompetisi memanah dimulai. Kategori dewasa dalam 18 meter dan SD 10 meter. Saya merasa bangga sendiri bisa ada di sana, berada diantara orang-orang yang ikut menyiarkan sunnah rasul satu ini. Allahuakbar. Saya benar-benar bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan.
Saat tiba giliran saya, memasang target face dengan nama dan nomor peserta tertulis di atasnya, saya sadar ini adalah pertama kalinya saya ikut lomba memanah. Ini debut pertama saya di lomba panahan! Tapi karena latihan yang kurang, jadi saya tidak berharap banyak. Hingga lomba selesai dan skor dihitung, saya di posisi 2. Hehe.
Walau di posisi 2, tapi skor kami bisa dibilang sangat rendah. Jika dibandingkan dengan peserta dari seluruh Club panahan di Indonesia, mungkin skor kami tidak ada apa-apanya. Dan skor itu tidak bisa saya unumkan di sini, karena ada peraturan dari panitia lomba.
Karena coach yang kreatif, ada yang menyumbangkan hadiah untuk para pemenang di internal club. Kami mendapatkan hadiah dan tertawa bersama. Semoga di kompetisi selanjutnya, skor kami bisa lebih baik dan latihan bisa semakin rutin karena insya Allah bulan depan, kami akan punya lokasi memanah baru yang lebih luas.
Menjelang shalat dhuhur, acara selesai dan kami bersama-sama menjenguk salah satu anggota yang sakit. Dari sana, kami langsung pulang karena perjalanan cukup jauh. Dan kebesaran Allah memang selalu bersama kita. Sekitar beberapa kilometer dari rumah, hujan turun deras sampai jalanan berkabut. Untung saja kami pakai mobil. Kami diantar sampai ke rumah dengan selamat, istirahat, dan pingsan. Hahaha.
Keesokan harinya, yaitu hari ini (28/02/2021). Hujan kembali turun sejak subuh sampai menjelang ashar. Dalam hati saya berbisik, kami benar-benar beruntung. Allah benar-benar merestui kami mengadakan lomba kemarin dengan cuaca sepanas itu dan menurunkan hujan hari ini sepanjang hari.
Alhamdulillah
Terima kasih ya Allah.
Dan.... terimakasih Februari.
Sampai jumpa tahun depan, insya Allah...


0 comments