Event Panahan Gubernur Cup Yang Luar Biasa
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saat ini saya sedang semangat-semangatnya membagikan foto dan video tentang Gubernur Cup. Acara yang ternyata digelar baru pertama kali ini, mendapatkan respon yang luar biasa dari semua archer khususnya di Sulawesi. Tak terkecuali kami dari Warani Archery School. Membawa nama Celebes Archery Club (CAC) yang membawahi Warani di tingkat provinsi, 13 archer dari Warani Archery School ikut serta dalam turnamen ini. Saya salah satunya! Bangga nggak tuh? Bangga dong, masa enggak?
Dengan alasan ingin fokus latihan persiapan Gubernur Cup, saya resign dari kantor lebih awal dari rencana sebelumnya. Karena waktu latihan jelas terganggu kalau paginya ke kantor sampai sore, dan menggunakan waktu sisa untuk latihan. No! Saya tidak suka, nggak nyaman. Jadi saya pikir nyamannya, berhenti kerja dan limpahkan semua waktu untuk latihan meski saat terakhir, tembakan tidak bagus-bagus juga. Hehe. Maaf coach...
Hari keberangkatan tiba. Yang tadinya susah cari transportasi, penginapan, beserta makanan dan biaya-biaya lainnya, alhamdulilah dilancarkan. Kami tiba di Makassar tanpa masalah berarti. Menginap di rumah kerabat salah satu archer, yang alhamdulilah kamar mandinya bukan hanya satu, kamarnya ber-AC, dan airnya lancar. Laundry dan minimarket juga dekat. Pokoknya aman!
Malam sebelum lomba hari pertama, coach mengatakan kalau kami harus makan 2 telur rebus di pagi hari mulai besok. Sebagian mengeluh, tapi esoknya telurnya habis juga, meski ditelan dengan paksa 🤭
Sekitar pukul 06.30 kami berangkat menuju lokasi lomba. Memang masih lama, tapi coach mengajarkan kami agar datang lebih awal dan melihat situasi lebih dulu. Dan ternyata memamg ada gunanya datang lebih awal, kami dapat tempat di bawah tenda yang disediakan panitia tanpa harus panas-panasan.
Saat menginjakkan kaki pertama kali di sana, saya tidak percaya kalau saya benar-benar ikut dalam turnamen ini. Bukan sekedar cerita, ini nyata! Kami berfoto di depan baligho besar dan dapat teguran dari panitia. Hahaha.
Acara pembukaan berlangsung lancar dan lomba dimulai.
Hari Pertama
Divisi Standard bow junior (18 meter)
Archer Warani yang masih kecil mengenakan jersey dewasa sebagai seragam tim, jadi harus dipentul sana sini. Lucu sekaligus menggemaskan melihatnya. Saat bel berbunyi, mereka maju ke garis tembak, menenteng busur masing-masing. MasyaaAllah, bergetar. Bagaimana mungkin saya melewatkan pemandangan indah ini selama bertahun-tahun? Bersyukur sekali masih punya kesempatan melihatnya sekarang.
Hari Kedua
Divisi Barebow (50 meter)
Hari spesial karena hari ini hanya satu orang yang bertanding, tapi kami semua datang memberi dukungan dan memakai baju seragam yang warnanya persis sekali dengan yang dipakai panitia. Hahaha.
Barebow hanya diikuti oleh coach dan ternyata memang divisi ini rata-rata diikuti oleh para coach.
Dan Alhamdulillah coach memenangkan babak kualifikasi dan eliminasi. Selamat! Kami sebagai atletnya ikut bangga dan jadi sorotan saat berteriak di garis free line.
Hari Ketiga
Divisi Standard Bow Senior (40 meter)
Waktunya para remaja ambil bagian. Kelima archer yang ikut divisi ini lolos dalam babak kualifikasi dan berhenti satu persatu hingga ke babak 8 besar. Saya yakin mereka kecewa, saya yakin yang mereka butuhkan tetaplah sebuah dukungan, bukan kata 'tidak apa-apa'. Mereka masih muda, mimpi dan tenaga mereka sedang berkembang. Saya yakin suatu hari mereka akan memenangkan podium.
Hari Ke Empat
Divisi Horsebow (30 meter)
Me time! Ini waktunya saya beraksi. Pesertanya banyak dan sangat ramai. Semuanya pakai cadar, semuanya bergaun hitam. MasyaaAllah. Apa yang kulakukan disini? Hahaha. But time is running out. Terlambat kalau mau kabur, harus maju, harus berani.
Bel berbunyi dan peserta memasuki garis tembak. Anak panah ditembakkan membuat ramai suasana. Suara string dan anak panah yang menancap di target itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan untuk didengar. Tapi hari ini, ada berbagai macam suara. Ada yang mengenai stand besi, ada yang mengenai papan skor, ada yang terbang melintasi bantalan. Seru!!
Teman satu bantalan saya, anak panahnya banyak yang terbang, saya juga sih, tapi ada juga yang mengenai target. Saya berpikir nilai saya akan sangat rendah, ternyata saya di urutan ke-15 dari 32 besar yang maju babak aduan. Yyeeeeeee!!!! Ya Allah, ini sudah berlebihan.
Babak aduan 32 besar, eh, Allah kasih rejekinya kebanyakan, saya lolos lagi ke 16 besar. Dan di 16 besar, saya kalah. Saya malu karena tidak satupun anak panah masuk target, apakah karena kesombongan? Karena merasa diatas angin? Yah, saya rasa itulah alasannya. Tidak ada yang salah, saya yang kurang fokus mengatur mental diri sendiri.
Maaf coach, sudah bikin kecewa. Tapi lebih dari siapapun, coach-lah yang paling berhak menerima ucapan terimakasih dari kami. Yang paling sabar membimbing dan memberi arahan. Dia mengurus semua kebutuhan atlet, ke sana kemari memperhatikan atletnya yang sedang berjuang di garis tembak. Sampai beliau harus sakit dan menggigil, tapi tetap setia mendampingi kami ke perlombaan. Ya Allah, terimakasih telah mempertemukan saya, mereka, kami, dengan coach. Menurut saya tidak ada yang lebih pantas kami berikan selain podium 😉
Warani Archery, yuk di event selanjutnya kita persembahkan kemenangan tanpa henti untuk coach. Aamiin... Allahuakbar!
Terimakasih panitia Gubernur Cup
Terimakasih para pendukung
Terimakasih coach!



0 comments