Hadiah dari Allah

by - November 17, 2021

Waktu dan Kesempatan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar di musim penghujan ini? Semoga semua sehat dan dijauhkan dari hal-hal kurang baik. Aamiin.

Allah baik banget sih? Dua hal yang tidak pernah disangka benar-benar bisa saya lakukan tahun ini. Pengalaman pertama dan sangat berharga. Apa itu? Yang pertama bisa ikut turnamen di Gubernur Cup. Kedua, bisa ikut serta dalam kegiatan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra-Porprov) cabang olahraga panahan yang baru-baru ini dilaksanakan di Lapangan Pakalu, Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Adalah sebuah kehormatan bisa berada di sana. Meskipun tidak ikut andil dalam pertandingan, cukup menjadi official yang menyemangati para atlet dari pinggir lapangan. Tapi ini adalah sebuah kesempatan yang tidak pernah terpikirkan sama sekali. Sebelumnya hanya berharap bisa menonton adik-adik menembak, tapi ternyata Allah kasih lebih. Saya diberi kesempatan untuk menemani, mendampingi, membersamai adik-adik di lokasi dari awal hingga akhir. Walau keberangkatan ke sana penuh drama. Hahaha.

Sebenarnya dari jauh-jauh hari saya sudah berencana untuk ikut, tapi kesibukan kuliah dengan tugas yang tidak tanggung-tanggung membuat rencana ke sana tidak menentu. Tidak ada teman yang bersedia mengantar, alasannya karena hari kerja dan lokasinya lumayan jauh. Wajar sih, saya memang tidak berhak memaksa mereka, lagipula saya yang minta tolong. tahu diri dong!

Belum lagi adik saya mau dinas luar, jadi rumah kosong, dan yang menjadi masalah, tidak ada yang jagain Chuchu (kucing). Otokkehh??? Mau dititip, siapa yang mau? Tempat penitipan hewan juga, sepertinya mahal dan takut kalau terjadi apa-apa. Jadi adik saya yang satunya lagi, diminta secepatnya ke Makassar agar ada yang bisa menemani Chuchu selagi kami berdua 'tugas luar'.

Pokoknya proses bujuknya panjang sampai dia akhirnya mau dan tiba di Makassar sebelum saya berangkat.

Bisa ikut bergabung bersama rombongan yang mewakili daerah adalah sebuah kehormatan, berkah. Bayangkan saja, saya yang masih belajar memanah, sudah bisa ikut berpartisipasi dalam turnamen sekelas Praporpov. 

Di sana, semua menyenangkan, meskipun pada hari kedua, saat adik-adik sedang bertanding, hujan turun deras. Tim junior membuat semua orang khawatir, karena hujan deras tidak menyurutkan langkah panitia untuk tetap melaksanakan pertandingan. Setelah panitia mengadakan rapat singkat bersama para pelatih, akhirnya pertandingan tetap dilanjutkan dengan catatan, hanya bertanding 1 set yang seharusnya 2 set. Dimana 1 set terdiri dari 12 rambahan. 1 rambahan menembakkan 3 anak panah, dengan jarak 18 meter.

Kalian bisa bayangkan, anak-anak SD dan SMP awal, menenteng busur yang lebih besar dari tubuh mereka, ditengah hujan, tanpa bantuan siapapun? Tapi anak-anak ini benar-benar hebat! Mereka sungguh luar biasa. Allah melindungi mereka dengan cara yang sangat luar biasa. Hujan yang dikhawatirkan akan membuat mereka terluka, sakit, atau takut, yang terjadi justru sebaliknya. Setelah pertandingan selesai, mereka bermain air

Selama pertandingan, hingga selesai, hujan tidak pernah reda. Sehingga air di lapangan menggenang sampai betis orang dewasa. Saya sudah membuka sepatu agar tidak basah kena hujan. Ternyata terendam, dan bukan hanya punya saya, yang lain juga. Kami tertawa, mau bagaimana lagi? 

Pulang dari sana, alhamdulillah tidak ada yang sakit. They enjoyed. Dan dari 11 atlet yang berangkat lomba, 10 diantaranya lolos dan akan bertanding di Proprov. Bangga gak tuh???





Dan sebenarnya di sela-sela hujan yang tanpa henti, saya teringat tugas review jurnal yang akan di presentasikan hari Selasa. Rencana pulang hari Minggu, tapi saya tidak yakin pukul berapa bisa tiba di rumah. Kepikiran. Tapi akhirnya, saya tidak peduli dan pasrah saja. 

Hari Minggu, saya pulang pukul 12 malam. Hahaha. Masih kepikiran tugas? TIDAK. Saya benar-benar sudah pasrah. Tiba di rumah, langsung membongkar koper dan hendak mencuci. Untung adik saya menghentikan, apa gunanya loundry? Astagfirullah, saya benar-benar lupa yang satu itu. Jadi akhirnya hanya mengumpulkan cucian kotor, dan tidur. 

Keesokan hari, kan sudah Senin, yang terjadi tidak sesuai dengan rencana. Saya terkantuk-kantuk, tidur dan tidur terus. Jadi, review dan bikin power point bahan presentasinya baru malam hari sampai pukul 12.00, sampai mata benar-benar tidak sanggup terbuka. Sekali lagi, saya tidur dan pasrah saja besok bagaimana.

Keesokan harinya, Selasa, 16 November 2021. Saya di kelompok 3, tapi minggu lalu, dosennya bilang kalau yang tampil akan di lot biar adil. Makanya saya merasa mau bagaimanapun, bahan saya harus siap. Dan benar kan, kelompok 3 terpilih untuk tampil pertama.

Dan ...

Zoom saya bermasalah, audionya rusak. Orang dengar suara saya, tapi di saya tidak mendengar apapun. PANIK DONG! Akhirnya teman kelompok saya memulai lebih dulu dan saya menyusul setelah memutuskan join pakai hp. Aman.

Akhirnya selesai, dan tugas bisa dikumpulkan. Respon ibu dosen juga lumayan, jadi semoga nilai saya bagus ya. Aamiin.

Dengan begitu, minggu depan, di mata kuliah yang sama, saya tidak perlu cemas lagi. Karena presentasi akan dilakukan bergantian sampai akhir semester. Yuhuuuu.... Ikut nyimak aja. Hihi.

Lihat kan, bagaimana Allah melancarkan semuanya?
Allah mengabulkan semua doa saya, mulai dari berangkat ke Bantimurung, bisa melihat adik-adik bertanding, bisa mengerjakan tugas, dan presentasi lancar. 

Ya Allah terima kasih... Hadiah kali ini sangat luar biasa.
Subhanallah...
Alhamdulillah...
Allahu Akbar!

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.





You May Also Like

0 comments