Super Bising
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dengan rahmat Allah, akhirnya saya merasakan kembali bagaimana rasanya kuliah dan stres karena hal-hal kecil 😌
Akhirnya kena batunya, dulu saya berkata mahasiswa yang stres karena tugas kuliah itu lebay. Akhirnya merasakan sendiri kan sensasinya?? Dan ternyata bukan tugasnya yang bikin stres, tapi pikiran negatif kita. Takut karena tugasnya terlalu banyak, takut gak sempat ini itu, takut salah. Intinya 'takut'
Takut dengan hal-hal yang belum pasti terjadi. Ah, saya selalu lupa dengan slogan yang saya buat sendiri.
Untuk apa menghawatirkan hal-hal yang belum pasti terjadi?Yah, harusnya saya sadar akan itu.
Saat ini kepala sedang banyak pikiran, apalagi kalau bukan masalah penelitian? Memang cuma satu, tapi di dalam konsep bernama 'penelitian' ada banyak cabang ranting daun sampai seratnya yang harus dicari tau. Jika diibaratkan maka isi kepala saat ini saya seperti pohon.
Hari-hari berlalu dan yang ada didalam pikiran masih tentang penelitian. Kasian... Di satu titik pernah hampir menangis, sepertinya karena kesepian. Saya merasa "kok cuma saya yang sesibuk ini? Kok cuma saya yang se-stres ini? Kok mereka baik-baik saja? Kok mereka keren-keren?" Pokoknya saya merasa sepi dan sendiri, aku bosan.
Dan memang jujur, saat ini saya takut tidak bisa melakukan penelitian dengan baik. I know bagaimana harus menepis pikiran seperti itu. Tapi tetap saja selalu datang, pergi dan kembali. Saya kan mudah goyah. Apalagi sama orang ganteng dan pintar. Astagfirullah ya Robbi. Ampunilah hambaMu ini.
Kemarin setelah chat sama salah satu penguji, beliau mendukung banget kalau saya bisa lanjut S3. Ya Allah, finish S2 ini saja masih jauh. Tapi entah kenapa, saya bisa melihat diri saya di masa depan yang benar-benar menerima gelar doktor. Ini mimpi ya? Terlalu unreal.
Saya yang sebenarnya gak kuat belajar malah nekat lanjut S2, keberanian dari mana Neng???
Terus kalau sudah selesai mau jadi apa?
Belum ada rencana apa-apa, entah itu bekerja atau lanjut kuliah lagi mengejar beasiswa ke korea. Hihi. Atau nikah? Mana calonnyaaaaaa?
Fokus!!!
Sepertinya ada hal yang bisa membuat saya berjuang lanjut S3, beasiswa ke Korea Selatan/Swiss. Kayaknya saya akan mati-matian berjuang kalau benar-benar bisa kuliah di sana.
Ya Allah, tunjukkan jalan yang Engkau ridhoi saja. Jangan mau hambaMu ini, yang rencana masa depan saja buram. Malu banget kan sama diri sendiri, apalagi sama Sang Pencipta. Sudah dikasi otak, akal, kesehatan, tubuh sempurna, apa lagi coba???
Banyak-banyak istighfar ya sayang,, jangan lupa bersyukur. Kita mati gak bawa apa-apa loh.
Selamat berjuang!!!!


0 comments