Terima kasih OKTOBER
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bulan Oktober yang luar biasa!
Thesis sudah kelihatan bentuknya dan berhasil ikut Porprov XVII di Bulukumba. Alhamdulillah.
Cukup stres karena alasan klise, kuliah. Publikasi dan segala hal yang berkaitan dengan kuliah membuat otak saya berhenti berpikir. Rasanya ingin menghilang saja. Berbagai cara sudah saya coba agar pikiran seperti itu hilang, saya juga sudah mencoba belanja, nonton film, membaca, tapi tetap saja pikiran tidak tenang. Belum lagi cari waktu agar bisa ikut latber CAC. Tapi akhirnya diundur dan sampai sekarang belum ada jadwal tetapnya.
Nah, satu pikiran sudah hilang. Selanjutnya adalah PORPROV. Seminggu sebelum pulang, saya menimbang bagaimana cara minta izin ke prof agar saya bisa pulang dulu selama tiga minggu. Bagaimana jika saat saya di lokasi, prof menelepon dan minta file apaaa gitu. Bagaimana jika saya disuruh menghadap? Hal itu terus menjadi pikiran-pikiran yang bergentayangan. Tapi akhirnya saya memutuskan pulang seminggu sebelum Porprov. Ini kesempatan sekali dalam empat tahun! Sayang banget kan kalau tidak ikut!?
Tiba di Soppeng, besoknya ternyata ada pelantikan pengurus PERPANI SOPPENG. Alhamdulillah terlaksana dengan lancar serta dihadiri orang nomor 1 Soppeng. Yap, bupati hadir langsung. Juga pengurus PERPANI Sulsel, pak Sekjen, ibu Kusuma, coach Dewi, dan beberapa orang lagi. Semoga kepengurusan ini berjalan baik dan lancar untuk memantapkan cabor panahan di Soppeng.
Keesokan harinya lagi ada pelepasan kontingen. Sekitar 500 orang atlet, pelatih, dan official berkumpul di ruang gabungan dinas dan dilepas secara resmi oleh wakil bupati Soppeng. Untuk saya yang baru pertama kali ikut acara beginian merasa sangat beruntung ada diantara mereka, orang-orang yang berkecimpung di dunia olahraga. Walau luas kabar beredar tentang banyaknya kecurangan dalam dunia olahraga. Bodo amat. Disini saya termasuk dalam daftar yang akan berangkat dengan posisi sebagai official/asisten pelatih.
Pemberangkatan 21 Oktober 2022, langsung menuju Bulukumba. Kami dijemput oleh panitia dan dikawal oleh polisi menuju mesjid Agung Dato' Ditiro (Islamic Centre) dimana semua atlet yang baru tiba bisa menikmati makan siang. Sebuah kehormatan dikawal bak orang penting. Saya seperti bisa merasakan betapa senangnya atlet kami dihargai seperti itu. Selesai makan kami kembali diantar oleh panitia menuju pemondokan, yang merupakan rumah warga setempat yang masih baru. Dindingnya belum di plaster, batu bata masih kelihatan. Saat kami tiba, tuan rumah seorang wanita sederhana menyambut kami dengan segan. Ternyata beliau merasa tidak enak kepada kami karena menurutnya, rumahnya tidak nyaman untuk ditempati atlet. Saya bilang, tidak Bu. Rumah ini sudah sangat baik, lebih dari cukup untuk kami tinggali, untuk tidur, istirahat, dan mandi. Karena kamar mandi ada 2, air lancar, dan jemuran samping rumah bisa menampung banyak cucian. Kurang apa coba? Meskipun hanya 1 kamar yang bisa digunakan, tapi ruang tamu penuh karpet dan sangat luas untuk tiduran. Nyaman.
Perlombaan berlangsung seperti biasa. Babak kualifikasi, eliminasi, final dan semifinal. Kembali pemandangan indah yang membuat saya lupa ada abstrak penelitian yang harus di submit pada akhir bulan 31 Oktober. Pemandangan indah ini seperti menghipnotis saya bahwa ada hal lain yang bisa membuatmu bahagia. Pemandangan anak-anak yang memegang busur dibawah teriknya matahari. MasyaaAllah...
Setelah berbagai drama, akhirnya kami berhasil membawa pulang 2 emas. Pertama dari eliminasi standarbow junior putri dan yang kedua dari babak beregu standarbow senior putri. Cuma 2, tapi emas!!! Alhamdulillah. Semoga di event selanjutnya, kami bisa lebih baik lagi. Sungguh, menjadi atlet bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi pelatih. Melihat mereka membuat saya benar-benar bersyukur dan merasa beruntung bisa mengenal mereka. Terima kasih ya Allah.
Sehari sebelum penutupan kami jalan-jalan ke beberapa objek wisata. Ternyata bukan hanya hoax, biaya masuk tempat wisata di Bulukumba GRATIS untuk semua kontingen. Pemkab Bulukumba bersiap dengan baik untuk PORPROV kali ini.
Keesokan harinya, coach mengajak kami ke Jeneponto untuk melihat kuda. Tapi bukan hanya sekedar melihat gaisssss, kami bisa memegang bahkan menunggangi kudanya. MasyaaAllah, ya Allah terima kasih atas setiap kesempatan luar biasa yang kau beri. Ini benar-benar diluar ekspektasi kami. Terima kasih.
Malam penutupan PORPROV adalah malam terakhir kami di Bulukumba. Kami ikut penutupan dan menonton konser Adi Naff. Sampai sekarang, terimakasih itu tidak bisa habis untuk semua hal yang terjadi selama porprov. Termasuk saat kami pamit pulang pada tuan rumah.
Semoga segala hal baik terjadi pada tuan rumah. Semoga kami bisa bertemu lagi. Amiin.
Terima kasih kepada semua orang yang mendoakan dan mendukung kami.
Semoga Allah membalas dengan sebaik-baik balasan.
Sampai jumpa di postingan berikutnya...


0 comments