Pengen Jatuh Cinta
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Selamat malam.
Hari ini seharusnya pengumuman tes TOEFL sudah ada, tapi sampai malam ini saya cek ternyata belum ada. Semoga saja ini pertanda kalau saya sudah lolos. Amin.
Sekarang kan saya sedang membaca Ranah 3 Warna. Dan sebenarnya sejak Negeri 5 Menara, semangat saya untuk kuliah dan meraih mimpi sudah tersulut dan membara, butuh sedikit tiupan angin percaya diri agar dia bisa membakar habis ketakutan dan ke-insekyuran. Bukan hanya dari kedua buku ini, tapi juga dari beberapa buku lainnya seperti karya Habiburrahman El Shirazy, yang rata-rata tentang perjuangan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negara lain. Masya Allah keren!!!! Kalau tidak bisa menjadi salah satu diantara pelajar-pelajar keren itu, izinkan hamba menulis buku sejenis ini ya Allah.
Sebenarnya sepanjang tahun ini saya berencana menulis buku, entah itu kumpulan cerita, flash fiction, atau novel, tapi sampai sekarang draftnya tidak ada. Jangankan draft, ide nulis saja tidak ada! Astagfirullah. Kemana semangat menulis ini pergi? Sepertinya memang terpengaruh suasana hati. Hati saya saat ini datar-datar aja, tidak ada debaran aneh. Pernah sih satu kali, dipenghujung Agustus kemarin. Haha. Habis itu hilang. Tapi senang juga sih, karena ternyata saya tidak mati rasa. Dan untuk dia cukup jadi bias saja, seperti saya suka pada idol kpop, mengagumi dari jauh tanpa pernah berharap untuk dimiliki karena sadar itu mustahil.
Ahh...pengennya jatuh cinta.
Tapi setelah jatuh cinta lalu apa? Apa yang akan saya lakukan setelah itu?
Jawab keras-keras : "Dia akan jadi objek untuk tokoh utama yang saya tuliskan."
Astagfirullah, hanya itu?
Jujurly, saya penasaran. Bagaimana rasanya jika saya jatuh cinta di awal umur 30an, karena pasti beda saat jatuh cinta di awal umur 20an. Sekarang kan sudah banyak melihat, membaca, mendengar, atau pernah mengalami hal-hal seputar perasaan demikian, jadi otomatis pikiran sudah berubah.
Kalau ditanya sekarang, saya lebih memilih orang yang mencintai dengan tulus meskipun saya belum menyukainya daripada orang yang saya sukai tapi tidak menyukai saya. Karena saya sudah percaya kalau Allah Maha Pemilik Hati. Hati seseorang bisa berubah, jika dia bisa mencintai saya dengan tulus, bukan tidak mungkin saya bisa mencintainya juga, bisa jadi juga lebih dari yang dia bayangkan. Karena saya lemah dengan orang baik. Ketulusan seseorang selalu membuat saya iri dan ingin melakukan hal yang sama. Karena sampai sekarang saja saya masih selalu meminta pada Allah agar dijadikan manusia yang baik.
Sejauh ini yang saya ingat, perasaan saat menyukai seseorang itu membuat mood membaik hanya dengan mendengar namanya, apalagi kalau ketemu. Ya Allah, berpapasan saja langsung di judge kalau kita pasti jodoh. Dan banyak cocoklogi lainnya. Hahaha. Dan saat perasaan itu hanya sepihak, sakitnya bukan main. Hanya orang-orang yang baik imannya yang bisa lolos pada tahap ini. Saya salah satunya yang gugur.
Dan waktu adalah raja.
Perasaan yang dulu pernah ada kini hilang walau berusaha untuk dicari. Benda, tempat, kenangan, bahkan ketemu orangnya tidak akan mengubah apapun. Perasaan itu habis tak bersisa. Akhirnya saya sadar, inilah cara Allah melindungi saya dari maksiat. Cara Allah melindungi terlalu keren karena tidak pernah kita bayangkan akan demikian. Pokoknya luar biasa.
Ya Allah, jatuhkan hati ini benar-benar hanya pada satu orang yang akan mencintai diri ini karena Allah.
Kalau bisa yang tampan (wajah dan perangainya), kaya (lahir batin), dan sehat (fisik dan mental)..
Amiinn
Udah, gitu aja. Selamat malam.
Assalamu alaikum sayang...

0 comments