4 Januari 2023

by - Januari 04, 2023

Kisah hari ini.


Assalamualaikum

Selamat datang 2023



Sejak tanggal 2, niatnya mau ke kampus untuk daftar tes TOEFL yang tidak lulus terus itu loh 😅
Paginya langsung hujan deras dong. Berharap supaya hujannya reda dan bisa langsung cus. Ternyata gak berhenti-henti juga. "Minggu depan aja" pikirnya begitu. Tapi mau makan, mau tidur, main game, buka laptop, malah kepikiran terus. Kalau tes TOEFL belum lulus, artinya saya tidak bisa seminar sebelum tanggal 20 Januari. Kenapa? Karena lewat dari tanggal itu, harus bayar SPP lagi. Ya Allah... Entah bagai nasib saya nanti.

Sholat dhuhur, makan sedikit, dan hujan reda. Langit terbungkus awan putih, tapi terang! Prepare!!!!! Segera nyetrika, pakaian, go! Regist dan otw bank untuk bayar biaya registrasi. Jaraknya sebenarnya dekat, tapi saya harus jalan kaki (rakyat jelata gak punya motor/mobil/sepeda). Kan baru habis hujan, sepanjang jalan saya melihat petugas kebersihan kampus membersihkan jalan yang penuh daun berguguran. Sepertinya habis kena badai selama saya gak ke kampus. Ada pohon tumbang, ranting patah, dan dedaunan yang berserakan.

Ah, hampir jatuh juga karena trotoar licin. Ternyata sepatu anti selip itu bohong! Tiba-tiba gelap dan srashhh!!! Hujan gaes! Saya nyeberang dan hampir ketabrak mobil, hihi. Terpaksa singgah berteduh di rumah sakit Wahidin. Tinggal di sana, berdiri selama beberapa waktu, dan hujan tak kunjung reda. Sampai diliatin sama petugas yang jaga pintu. Dikira mungkin saya tersesat. Haha.

Akhirnya nekat masuk ke rumah sakit. Melewati lorong-lorong penuh pasien dan wali. Ya Allah, sehatkan mereka yang sakit dan kuatkan mereka yang merawat yang sakit. Dan rumah sakit sedang dibangun, jadi lorong pintas yang saya tahu tertutup. Astagaaaaa jauhnya. Akhirnya saya menyusuri jalan menuju IGD, ketemu. Pintu gerbang! Alhamdulillah...

Masih gerimis kecil, tapi terobos saja. Daripada bank tutup, kan harus ulang dari awal lagi. Daftar ulang maksudnya. Dan belum tentu besok tidak hujan begini lagi. 

Akhirnya tiba dan disambut pak satpam yang ramah. Menunggu. Dapat antrian nomor 77, dan sekarang masih 67. Jadi ada 10 antrian sebelum giliran saya. Ada bapak-bapak yang sepertinya gelisah, mungkin dia sudah menunggu terlalu lama. Karena memang, dari 5 teller, kenapa yang aktif hanya 1? Ada yang diberi keterangan TUTUP dan ISTIRAHAT. Mungkin ada masalah, tapi semoga cepat selesai dan antrian kembali berjalan normal. Serius, lama! Sekitar 45 menit saya menunggu dan akhirnya selesai.

Masih hujan. 
Terobos!

Jalur pulang saya jalan kaki (lagi) lewat fakultas hukum. First time in my life sejak kuliah, baru kali ini menginjakkan kaki di sana. Haha. 

Pede aja, gak ada yang kenal. Tiga kali belok sudah dapat jalan buntu, terpaksa bertanya sama OB yang lagi ngepel lantai. 

"Lewat mana kalau mau ke fakultas bahasa (ilmu budaya)?"

Masnya langsung paham dan menjelaskan lewat mana. Saya jalan aja, terus, dibawah gerimis sambil mengingat momen kuliah S1 saat mata kuliah bahasa Indonesia. Samar tapi semua jalan di sana hampir sama. Tapi saya terus melangkah mengandalkan ingatan samar itu dan benar saja, saya tiba di pusat bahasa dengan selamat. Menyerahkan bukti pembayaran, terus masuk dulu untuk beli kertas A4 dua rim. Beraaattt!!! Tapi anehnya, saya senang.

Pesan ojek online dan tiba tak lama kemudian. Di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan derassss. Berteduh dan ditawarin pakai mantel sama masnya. Ya iyalah mau, saya bawa 2 rim kertas! Selesai pakai mantel langsung cus, eh eh eh beberapa meter jalan hujannya berhenti gaessss!!!! Mau ketawa tapi malu. Biarlah, gak kenal juga.

Pokoknya terima kasih banyak mas ojek.
Terima kasih pak satpam BNI
Terima kasih mbak teller BNI
Terima kasih mas OB Fakultas Hukum
Terima kasih ibu admin pusat bahasa

Saya jarang banget menerobos hujan, apalagi di musim hujan. Tapi keberanian hari ini tidak lepas dari bantuan Anda sekalian. 

Terima kasih ya Allah
Engkau telah menghadirkan orang-orang baik.

You May Also Like

0 comments