Tengah Malam
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Baru saja nonton film Soulmate. Film yang dibintangi Kim Da Mi, pacarnya Ung (Our Beloved Summer) 😁
Dari film itu saya tersadar akan sesuatu. Saya ingin menjadikan cerita dalam blog menjadi draft tentang apa saja yang terjadi selama perjalanan saya di bumi. Jadi jika kamu membaca blog ini, sedikit banyak kamu sudah mengenal siapa saya, bagaimana saya, dan apa saja yang saya suka maupun tidak suka. Karena sejauh ini yang tertulis adalah apa yang saya rasa dan pikirkan. Kamu pasti menemukan kalimat - kalimat baik, karena saya membutuhkan kalimat-kalimat itu.
Hmm...
Sebenarnya saya pernah cemas tentang masa depan. Seperti akan jadi apa saya nantinya, apa pekerjaan saya, siapa yang akan menjadi suami saya, apakah saya akan punya anak, apakah sanggup membahagiakan ibu sebelum meninggal, sampai apakah saya dan saudara-saudara akan tetap rukun seperti saat ini. Kecemasan seperti itu cukup menakutkan jika terbawa setiap hari. Dan bodohnya, semua itu tentang dunia!
Sejak menemukan sebuah postingan yang mengatakan bahwa "Jika kamu mencemaskan masa depan, berarti kamu meragukan kekuasaan Allah," saya tidak berani lagi ragu. Caranya adalah, jika ketakutan itu datang lagi segera buang jauh-jauh, menyibukkan diri, atau nonton drama. Kalau caramu mungkin berbeda. Sekarang, jika itu tentang dunia, saya harus belajar menerimanya. Keberanian mulai muncul untuk memantapkan langkah di tempat jauh. Ya, semoga setelah wisuda nanti rencana ke Labuan Bajo bisa terealisasikan. Aamiin.
Kalau kamu membaca postingan saya sejak AADK, pasti kamu tahu kalau saya berniat hijrah dari kpop. Sampai sekarang belum berhasil, tapi untungnya tidak separah dulu. Kalau sekarang bisa nonton Alhamdulillah, tidak nonton yaudah. Bukan hanya itu, setelah memutuskan hijrah, saya usahakan tidak pernah keluar rumah pakai celana. Ya, sekarang saya pakai rok kemana-mana, atau terusan aja. Jilbab yang dulu 110cm sekarang jadi 130cm. Boleh bangga dong, karena saya berharap semoga dengan penampilan yang seperti ini, ayah akan jauh dari api neraka. Saya memang bukan anak berbakti, tidak pintar dan beradab serta tidak berakhlak baik. Jadi setidaknya menutup aurat adalah bentuk bakti dan tahu diri sebagai anak. Niat hamba cuma itu ya Allah, bukan untuk dianggap keren atau sholehah 🙏🏻 apalagi alim.
Anyway...
Tentang masa depan yang ditakutkan, saya menyerah. Dunia memang tidak ada habisnya. Kejar sampai manapun tidak akan ketemu ujungnya. Jadi saya menyerah, sekarang hanya melakukan apa yang ada dihadapan saya. Saya tidak boleh serakah!! Serakah dan sombong adalah hal yang paling saya takutkan. Saya bahkan jijik jika tahu saya telah berlaku demikian. Astagfirullah...
Pindah topik.
Fachri. Saya suka nama ini sejak membaca novel Ayat-Ayat Cinta. Saat itu, sebagai siswa SMA yang membaca novel pembangun jiwa, rasanya semua menjadi mungkin. Mencintai seseorang karena Allah. Nyatanya, saya selalu menyukai seseorang karena fisik terutama wajahnya! Itupun ngotot kalau itu namanya cinta. Bodoh sekali, kan?
Tapi, sejak tahun lalu... Saya bertemu seseorang. Seseorang yang tidak saya kenal tapi berhasil bikin DEG sejak pertemuan pertama. Hanya gara-gara berpapasan mata, itupun hanya sepersekian detik. MasyaaAllah. Tidak ada jalan menujunya, jadi kita mencari via online. Ini sepertinya sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya. Pokoknya sekarang saya sering melihat storynya di ig. Dan semakin sering dilihat, semakin saya insecure. Bagaimana tidak? Dia berprestasi, punya pekerjaan, dan yang paling penting, pemahaman agamanya baik. Dan beberapa hari lalu saya mendengar suaranya, MasyaaAllah adem.
Ya Allah, kalau bukan dia, kirimkan hamba seseorang yang bicaranya selembut, sehangat, se-adem itu. Namanya Fachri.
Tapi yaudahlah, dia jadi bias aja.


0 comments