Drama Pergigian

by - Agustus 27, 2023



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kalian 17an dimana? Saya di RSGM dong. Rumah Sakit Gigi dan Mulut. Ngapain? Cabut gigi bungsu. Weeeww
Saya cerita ini karena banyak yang bilang kalau cabut gigi itu hal sepele, apalagi gigi bungsu. Big No. "Karena diantara semua metode perawatan, cabut gigi adalah opsi paling terakhir," kata salah satu dokter gigi di tiktok.

Gigi itu investasi seumur hidup. Kita gunakan setiap hari, keras lunak, panas dingin, hantam semua. Nyesal karena dulu malas banget sikat gigi.

Setelah perpanjangan rujukan, akhirnya bisa cek darah. Dua hari kemudian, 16 Agustus dapat kabar dari dokternya, "Ini inshaallah keluar jadwal. Hari jumat mbak." Lusa, berarti besoknya, 17 Agustus harus rawat inap, karena besoknya jadwal operasi. Dan karena jadwal mendadak ini, saya urung ikut turnamen panahan Gubernur Cup tahun ini. Tidak bisa join juga di event horsebow di Soppeng, karena harus kontrol sampai gigi sembuh.

Datang sejak siang langsung diukur tekanan darah, denyut jantung, dan napas. Habis itu tes swab dan ada penjelasan singkat dari beberapa dokter dan perawat. Malam itu sendirian nginap di RSGM, nyenyak! Disuruh puasa sejak jam 3. Sebelum subuh ada dokter yang datang cek tekanan darah lagi, katanya normal. Pagi sekitar pukul 7, perawat datang dan infus dipasang, obat-obatan masuk. Tes alergi juga, itu toh nyeri sekaliiii!!! Ingin teriak rasanya. Tepat pukul 9, dibawa ke ruang op menggunakan kursi roda. Saya merasa seperti orang yang sakit keras. Di meja operasi saya ingat cuma ditanya kapan terakhir makan, jam berapa, habis itu saya tidak ingat apa-apa lagi. Saat bangun, saya dengar suara Yuki, saya tanya, "Sudah selesai?" dan ternyata sudah dari tadi, saya yang baru sadar. Rasanya lemas, ada rasa nyeri, ternyata dimulut ada kasa kiri kanan untuk menyerap darah yang keluar. Saya kayak vampir yang habis ngisap darah. Perawat datang bawa gigi yang dicabut, souvenir. Haha. Katanya, saat keluar ruang operasi badan saya bergetar hebat, diselimuti, coba dibangunkan tapi tidak sadar. Saya benar-benar lelap, tidak ingat apapun. Setelah sadar dan 'dianggap' sudah baikan, saya dibawa kembali ke kamar inap menggunakan kursi roda lagi.

Ketika tiba dikamar tiba-tiba saya merasa pusing mual dan akhirnya muntah. Kaget sendiri karena muntahan itu darah semua, keluarnya deras sekali seperti air yang tumpah. Namun setelah itu rasanya lega bukan main, rasa mual hilang. Memang sudah dikasih tau sih sebelumnya kalau 'biasanya' setelah operasi ada efek samping seperti pusing, mual, sampai muntah. Dan itu normal. Alhamdulillah.

Siang itu juga ada pasien lain, cewek, maba. Haha. Kamar yang saya tempati memang untuk dua pasien. Jadwal operasinya besok siang.

Tidak lama, makan siang diantarkan, bubur. Ternyata saya lapar sekali! Makannya normal saja, cuma tidak bisa yg keras dan ukurannya besar karena pipi saya bengkak banget, ada rasa nyeri juga. 3 jam pasca operasi dokter datang untuk foto pipi dan bekas operasi. 3 jam selanjutnya juga sama, ukur tensi juga. Alhamdulillah aman.

Malamnya ada suntik apaaa gitu, lebih perih dari sebelumnya tapi cuma beberapa detik. Yuki datang dan menginap untuk menemani karena kalau keesokan harinya semua normal, dokter sudah membolehkan untuk pulang.

Pukul 03.00 dinihari perawat masuk dan menyuntikkan obat, setelahnya saya tidak bisa tidur lagi. Pagi hari perawat datang dan suntik antibiotik (kalau tidak salah), sementara pasien satunya mulai perawatan untuk operasi. Saat suntik obat untuk tes alergi, awalnya tidak ada masalah sampai rasa nyerinya hilang. Tapi lama-kelamaan dia bilang tidak bisa bernapas, kedua hidungnya terasa tersumbat jadi harus bernapas lewat mulut. Keluarganya segera memanggil dokter dan perawat. Silih berganti dokter masuk dan mengecek keadaan pasien itu, obat alergi segera diberikan, dan dicatat oleh perawat dan keluarga bahwa pasien tersebut alergi dengan obat "....." (Saya lupa namanya). Akhirnya saya tahu, inilah fungsinya tes alergi sebelum operasi, agar saat operasi sudah diketahui mana obat yang tidak cocok digunakan bagi pasien.

Sekitar pukul 10.00 pagi, dokter datang dan memberi surat kontrol. Setelah pengambilan foto dan pengecekan kondisi jahitan, saya diperbolehkan pulang.

Horeeeee..... Infus dilepas, bebas.

Alhamdulillah. Akhirnya bisa tidur tanpa takut selang infusnya nyangkut.

H+3 operasi, kontrol ke RS, dicek kondisinya, difoto lagi dan itu yang paling menyiksa. Sakit. Pipi juga masih bengkak😢

H+7 operasi, kontrol untuk lepas jahitan. Lamaaaaà sekali saya menunggu, karena butuh konfirmasi 'dari atas' katanya. Mungkin dari prof atau siapa, karena kan RSGM ini kan rumah sakit pendidikan, jadi everything harus dilaporkan, diperiksa, di ACC, baru boleh melakukan tindakan. Jahitan dilepas, ternyata tidak terasa sama sekali. Saya hanya merasa seperti ada tulang ikan yang tersangkut, ternyata itu karena kelenjar pituitari sedang memproduksi apaaaa gitu kata dokternya. Saya lega dong, karena saya memang pernah makan ikan setelah operasi. Haha.

Alhamdulillah saat memposting ini rasa ditusuk tulang ikannya sudah berangsur hilang. Semoga Jumat nanti sudah kontrol hari terakhir.

Amiin.

You May Also Like

0 comments