Mei Bersama Orang-Orang Hebat

by - Mei 23, 2015


Assalamu alaikum☺
Sebenarnya sudah agak telat, karena kami pulang sejak seminggu yang lalu (17/05/2015). Tapi tidak apa-apa, karena selalu ada yang bisa diceritakan.

Memasuki bulan ke-5 program Sokola Kaki Langit, volunteer yang berhasil tergerak hatinya dan memiliki waktu untuk disumbangkan, ada 16 orang. Orang-orang hebat ini terdiri dari 10 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Mereka berangkat pukul 7 pagi dari Makassar dan tiba di meeting point (Gattareng, Kab. Soppeng) sekitar pukul 11 siang. Setelah beristirahat sebentar, sekitar pukul 12 siang, perjalanan dimulai. Cuaca cerah dan seperti kata Syahrini, matahari cetar membahana. Tapi itu tidak mengubah sedikitpun semangat para volunteer untuk menuju lokasi tujuan, Desa Umpungeng.

Tidak ada masalah yang berarti selama perjalanan. Memang ada beberapa volunteer cewek yang lamban karena membawa tas mereka yang berat, tapi volunteer cowok selalu bisa diandalkan. Mereka membantu teman-temannya membawa tas agar bisa semangat dan berjalan lebih cepat. Dan memang benar, dari tiga kali pengalaman saya berjalan menuju Umpungeng, baru kali ini kami tiba sebelum pukul enam sore. Luar biasa! Volunteer Angkatan 5 hebat!

Seperti biasa, setelah tiba di lokasi kami ‘membersihkan’ diri dan makan malam. Sebelum briefing kami mendapatkan undangan dari warga setempat untuk mengikuti acara Isra’ Miraj di mesjid. Jadi semua volunteer datang ke acara tersebut, berbaur bersama warga dan menikmati hidangan yang disajikan (kue tradisional andalang dan kopi khas Umpungeng). Nikmat. Setelah acara tersebut selesai, kami pamit pulang dan mulai briefing serta perkenalan sesama volunteer.

Pagi hari setelah sarapan, para volunteer bergerak menuju sekolah. Sesuai dengan pembagian job saat briefing, mereka mengajar di kelas masing-masing. Kali ini keajaiban terjadi di kelas 1. Siswa kelas 1 yang biasanya paling ribut, paling aktif berlari kesana-kemari keluar masuk kelas, kali ini diam dan duduk ditempat masing-masing mendengarkan arahan kakak volunteer. Mereka bahkan ‘bisa’ diminta bernyanyi secara berkelompok maupun individu di depan kelas. Peningkatan!

Di kelas lain juga sama, metode yang diberikan masing-masing volunteer untuk siswanya berbeda. Salah satunya adalah cerdas cermat. Ternyata cara ini ampuh. Anak-anak merasa bersemangat dan tertantang untuk menjawab soal yang diberikan. Dari berhitung sampai nama tokoh, seperti “Siapa nama Kepala Desa Umpungeng?”. Di kelas lain juga sama, yang menjawab pertanyaan dengan benar atau yang memenangkan permainan akan mendapatkan hadiah berupa alat tulis (buku tulis, buku gambar, pulpen, pensil, penghapus, dan rautan). Tiba waktu istirahat, anak-anak dan volunteer cowok bermain bola. Sangat menyenangkan melihat mereka tertawa, bersemangat, atau kecewa ketika bola meleset. Keceriaan dan kebersamaan mereka membuat hati terasa tentram dan damai. Mereka jauh dari keramaian, namun masih bisa sebahagia itu. Mungkin itulah yang membuat takdir menuntun para volunteer untuk menemani mereka.

Kelas kreatif kali ini menguji kefokusan anak-anak. Mereka diminta mengisi pola gambar dengan kertas berwana dan kain wol. Dan hasilnya tidak mengecewakan sama sekali. Gambar Doraemon, Mickey Mouse dan dinosaurus ungu (saya lupa namanya. Haha) nampak dengan jelas. Kelas kreatif selanjutnya juga tentang menempel, tapi bahannya dari kaleng bekas dan stick es krim. Mereka sangat antusias dan fokus, berhati-hati menempelkan lem pada stick untuk mereka bentuk di kaleng. Hasilnya tentu saja berdeda-beda, unik dan penuh warna. Pemenang dari lomba ini juga diberikan hadiah berupa alat tulis-menulis. Hadiah dan barang-barang ini kami peroleh dari donasi para donatur yang enggan disebutkan namanya. Terima kasih telah berpartisipasi, kami sangat menghargainya.

Waktunya bermain. Poin paling diminati semua anak-anak. Mereka berbondong-bondong ke lapangan dekat rumah. Permainan yang diminati saat itu adalah bermain ‘benteng’. Permainan dimana ada dua tiang berseberangan yang masing-masing dijaga oleh sekelompok orang. Tim yang berhasil membobol/menyentuh tiang lawannya tanpa tertangkap adalah pemenangnya. Permainan ini sangat seru karena para volunteer juga ambil bagian dan selalu kalah dengan anak-anak yang sangat gesit dan lincah. Ditengah-tengah permainan yang cukup melelahkan karena harus berlari-lari mengejar lawan, datanglah kakak volunteer lain yang membawa sebaskom anugerah Tuhan. Es kelapa muda dengan gula merah. Permainan dihentikan sejenak dan kami menikmati minuman sejuk tersebut sampai isinya tandas tak bersisa (haus atau doyan?)

Ada yang berbeda di angkatan 5. Mereka menggelar acara nonton bareng yang pertama kali dilakukan sejak Sokola Kaki Langit berdiri. Pemutaran film ini awalnya mendapat kesulitan karena daya listrik yang sangat kurang. Tapi akhirnya tetap terlaksana, volunteer selalu memiliki alternatif. Mereka kece! Namun dari dua malam pemutaran film, warga yang hadir hanya sedikit. Ternyata karena volunteer lupa men-sosialisasikannya ke warga. Pelajaran untuk angkatan selanjutnya. Jangan lupakan hal-hal kecil. Masih ada yang berbeda diangkatan ke-5. Merekalah satu-satunya yang memasak nasi kuning, sayur tumbuk dan ikan kering sebagai menu. Keren!!!!

Satu lagi, ternyata sehari sebelum kami tiba, cucu Indo Nihang (pemilik rumah yang kami tempati), lahir. Seorang bayi laki-laki yang sangat mirip dengan kakaknya, Aulia. Lucu dan menggemaskan seperti bayi kebanyakan, namun bagi kami itu keajaiban. Semoga ia akan menjadi anak yang soleh dan berbakti, baik untuk orang tua, keluarga, dan tanah kelahirannya, amin.

Jika kamu ingin mengalami hal menakjubkan seperti kami, tunggu apa lagi? Siapkan fisik yang kuat dan paling utama adalah waktu kosong selama 4 hari yang digunakan selama di sana, di Umpungeng. Bulan Juni, para volunteer merencanakan acara evaluasi 6 bulan Sokola Kaki Langit. Masih dalam tahap persiapan, jadi kalian yang di Makassar, waktu dan tempatnya akan segera menyusul. Datang dan lihat sendiri, bagaimana Sokola Kaki Langit bekerja.

Terima kasih.

Sampai jumpa kawan…

You May Also Like

1 comments