First June
Dear friends..... I think I have a good thing to share. This is it.
Banyak....baaaanyaakkk orang yang pernah menanyakan bagaimana kisah yang saya miliki. Menarik kah, membosankan, atau menakutkan? Hah, jika harus maka saya gambarkan dengan kata rumit. Serumit menyelesaikan soal matematika bagi penderita disleksia yang mengenali huruf dan angka pun dengan susah payah!
Tidak perlu merasa kasihan, karena saya sudah jauh lebih baik sekarang. Kini saya sudah lebih dari dewasa untuk mengerti dan menerima apa yang sudah terjadi. Ikhlas menerima setiap kerumitan hidup adalah pelajaran besar di dunia. Memang butuh waktu lama untuk berhasil, tapi Tere Liye benar, waktu yang akan menyembuhkan segalanya.
Hal lain yang saya pelajari dari kerumitan itu, adalah pentingnya seorang teman. Satu saja dari mereka, bisa membuat kita keluar dari kerumitan perasaan itu. Entah dengan tertawa, bepergian, atau bullying. Setidaknya itu cara paling ampuh bagi saya untuk keluar dari fase rumit itu.
Pernah mendengar istilah move on? Siapa bilang itu susah, kembali lagi ke awal, mulai dari nol, dan semua terlalui. Caranya mudah, kita cukup menerima apa yang terjadi. Jangan bertanya apalagi menentangnya. Mungkin memang akan teringat, tapi hanya sekali dua kali, dan kemudian menghilang. Hanya masalah waktu.
Memfokuskan diri pada satu pekerjaan akan membuat kerumitan itu berlalu. Kadang kita butuh lingkungan dan orang-orang baru untuk melaluinya. Karena dengan begitu, perhatian akan teralihkan dan tentu saja pengalaman baru terukir, bukan ditempat itu-itu saja.
Indonesia itu luas. Berjalanlah kemanapun kaki membawamu, asal ingat tanggung jawab, apalagi yang masih sekolah/kuliah, belajar! Naik gunung sudah terlalu mainstream, jadi saya sarankan cari yang lebih langka. Me-recycle barang bekas misalnya. Sudah mainstream juga? Baiklah, lakukan hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Contoh kecil, mungkin selama ini kita ke kampus, ke mall, rumah teman, pokoknya ke mana-mana ada yang mengantar. Nah coba kali ini perginya sendirian, naik angkutan umum. Takut? Itu dia, berani adalah kuncinya.
Sekian....

0 comments