Cerita Rusuh!
Dunia memang keren. Selalu adaaaa saja hal yang bisa diceritakan. Kali ini tentang pengalaman saya selama di Makassar. Sebenarnya rencana ke Makassar tanggal 7 Juni, tapi karena sesuatu dan lain hal, saya berangkat juga, malam tanggal 4 Juni.
Keesokan harinya, tanggal 5 Juni adalah hari Launching buku Kak Aan Mansyur, "Lelaki Terkhir yang Menangis di Bumi" di acara Makassar International Writers Festival (MIWF). Dan itulah alasan saya mendatangi Fort Rotterdam dari siang hingga malam hari. Bukan hanya Kak Aan, saya juga bertemu Seno Gumira dan berfoto bersama Risa Saraswati (mereka penulis kondang). Saya bersama Mey, dan malamnya dijemput oleh Fachri (dia cewek). Kami pulang jam 10 malam, untung masih ramai, takut ada geng motor.
Keesokan harinya, tanggal 6 Juni, ada meeting SKL di Paopao. Kami ke sana dan malam eh subuhnya pukul 3 dinihari, kami menyiapkan bubur kacang hijau untuk morcaf di pantai losari. Sementara yang cowok asyik menonton bola, juve lawan barca kalau tidak salah. Pagi hari, dengan semangat 45 kami ke Pantai Losari, tidak begitu lama kami pulang. Saya kurang tahu pendapatan bubur hari itu berapa. Aldy, Opi dan saya mengantar Mey pulang ke Manggarupi. Rencananya mau mengedit video dokumenter, tapi sampai disana kami tidur! Hahaha.... Sekitar pukul satu siang kami pulang dan istirahat sepanjang hari di rumah masing-masing.
Hari selasa, alasan selanjutnya saya ke Makassar. Tanggal 9 Juni adalah jadwal tes peserta calon PSP3 di gedung Al Jibra UMI. Kendaraan padat merayap membuat saya stres karena hari itu bersamaan dengan tes SNMPTN. Panitia juga menulis tes pukul 07.00 tapi ternyata kami hadir lebih dulu dari mereka. Payah!!! Setelah tes tertulis, langsung dilanjutkan dengan interview. Saya menunggu giliran dari setengah sebelas siang sampai jam tiga sore! Lama ya. Dan sebagai pelengkap, saya belum sarapan sejak pagi. Saya sendirian, tapi akhirnya saya bertemu dengan orang yang saya kenal. Junior dan senior saya di Tekpert, lega. Pukul empat sore saya selesai dan segera pulang karena ada rapat lagi untuk persiapan SKL di gedung Iptek Unhas. Tapi kelamaan, saya tidak sempat ikut. Jadi teman-teman volunteer langsung ke pondok dan 'merampok' saya. Laptop dan hardisk diculik, karena data foto dan video ada di dalam sana dan tidak ada flashdisk, mau bagaimana lagi?
H-1 Evaluasi Tengah Tahun SKL. Kami ceklok sekalian rapat di Rumata' Art Space. Hanya sebagian volunteer yang datang, tapi kami tetap semangat. Selesai rapat, seksi perlengkapan beraksi. Mobil Ochan digunakan untuk mengangkut semua perlengkapan yang dibutuhkan. Saya pulang lebih dulu, tapi dijemput dan terpaksa ikut menemani mereka. Kenapa harus Aldy rese' yang bawa mobil? Saya tidak tahan pakai AC dalam mobil, tapi dia mengunci rapat jendela. Setelah itu dia buka full, yang menyebabkan saya benar-benar batuk keesokan harinya.
Selesai mengambil alat musik, kami menjemput Mey di Manggarupi, lanjut menjemput frame di-entah dimana, dibawa ke Rumata' dan akhirnya pulang. Menginap di rumahnya Opi, BTN Hamsi. Sudah tengah malam, tapi Aldy datang membawa kartu UNO dan kami bermain dengan bodoh. Hanya tiga kali main, tapi waktu yang digunakan cukup lama. Ditambah dengan coretan di wajah dengan bedak, saya jadi salah satu korban pencoretan itu.
Hari H evaluasi dan volunteer yang datang sudah bertambah. Ada banyak hal yang dibahas menyangkut SKL dan apa serta bagaimana kami melanjutkan program SKL selanjutnya. Evaluasi berjalan lancar dan diakhir diadakan pemilihan Kepala Sekolah SKL yang baru. Tidak perlu waktu lama, karena semua bersepakat hanya pada satu orang, Azwar Zari. Fix!!!!
Selesai evaluasi, waktunya loading persiapan pameran tanggal 13 Juni. Frame sudah disebar di lantai, foto sudah dipilih, tinggal pasang. Tapi double tip kurang. Baiklah kami melanjutkan keesokan harinya.
Sebelum pameran dimulai, kami dengan sigap menyiapkan semuanya. LCD dipasang ditengah ruangan, ada sesi foto-foto, dan dibelakang ruangan ada coaching clinic tentang SKL diikuti oleh seluruh pengunjung. Malam hari tepat pukul 7, acara puncak dimulai. Pertama ada pemutaran video dari angkatan ke-5 dilanjutkan dengan penampilan setiap angkatan dan Bintang Tamu, Melismatis. Selanjutnya ada pemutaran dokumenter dan dilanjutkan dengan Awarding Night, yaitu penghargaan untuk volunteer ter dan siswa ter yang terdiri dari beberapa kategori. Acara akhirnya ditutup sebelum pukul 10 malam karena terbatasnya waktu yang diberikan oleh empunya Rumata'.
Saya kagum dengan kerja sama para volunteer. Dalam sekejap, Rumata' menjadi bersih dan kosong seperti sebelumnya. Meskipun sang founder sempat trouble lagi tapi masalah itu segera teratasi. Kami menunggu di depan pagar dengan semua barang. Setelah cukup lama menunggu akhirnya mobil datang dan semua barang diangkut untuk dikembalikan ke pemiliknya. Terima kasih Aldy rese' yang siap jadi supir. Saya pulang ke pondok dan subuh dinihari saya berangkat pulang ke Soppeng bersama Mey. Waktu benar-benar membuat semuanya berguna.
Bukan saatnya lagi mencari kesenangan. Sudah saatnya untuk berbagi dan berjuang untuk sesuatu yang lebih baik.

0 comments