Ketika Sparkling Patah Hati
HAHAHAHAHAHAHAHA
Membaca judulnya saja, pasti ada yang langsung tergesa membuka linknya. Selamat membaca yeeee.....
Karena sudah lama dan memang ini pelajaran penting, jadi tidak masalah jika publik tahu.
Tidak usah pura-pura polos. Kita semua pasti pernah patah hati, tidak terkecuali saya. Bagaimana rasanya? Sakit kan? Sesak. Perasaan jadi suram sekali. Seolah dunia berakhir disitu. Lebay! Karena memang itu yang saya pikirkan dulu.
Bagaimana tidak sedih, jika.....
Jika orang yang sangat kamu sayangi tiba-tiba menghindar, pergi ke Saturnus dan menetap di sana? Tanpa kata, tanpa surat, tanpa kode, hanya janji akan membelikan saya durian. Tapi mana? Dia pergi, saya menangis. Dunia serasa akan berakhir, seperti tidak ada lagi kehidupan di bumi. Pokoknya begitu. Apa yang saya lakukan? Menangis lagi. Menangis sampai puas. Setelah itu, saya beraktifitas seperti biasa. Kerja, makan, menonton, jalan-jalan, hunting, hidup. Ya, saya masih hidup! Itu intinya. Meski telah mengalami sakit yang lebay (seolah dunia berakhir), akhirnya saya sadar kalau masih banyak hal yang bisa membuat saya tetap hidup.
Setelah kejadian itu, saya lebih sering membaca buku, browsing ebook gratisan (hehe), dan tentu saja menulis. Diantara banyak buku yang saya baca, ada satu buku yang menampar saya, Catatan Hati Seorang Istri. Saya tidak akan membuat reviewnya, tapi yang jelas, sakit hati yang kamu alami selama belum menikah tidak ada apa-apanya jika dibandingkan sakit hati yang dirasakan setelah berumah tangga. Begitu pesan yang saya tangkap setelah membaca buku ini. Tidak terbayangkan betapa kuat hati seorang perempuan, apalagi yang telah berstatus sebagai istri bahkan ibu. Jadi yang patah hati karena diputuskan, diselingkuhi, ditikung, diloncati, atau apalah namanya, tidak usah lebay! Yang kamu alami sekarang tidak ada apa-apanya. Justru beruntunglah kamu merasakannya sebelum menikah.
Beberapa lama setelah kejadian itu, saya akhirnya tahu kalau dia pergi agar bisa melindungi bumi. Mau tidak mau, rasa itu kembali merekah. Meski saya tidak tahu, kapan dia kembali dari Saturnus. Mungkin ratusan tahun lagi.
HAHAHAHAHAHA
Anggap saja itu nyata, oke?
Saya menulis ini karena malas melihat seseorang yang sedang patah hati tapi memilih menyiksa dirinya sendiri. Membuat dirinya rapuh dan membiarkan seisi dunia tahu kalau dia sedih. Lewat tulisan ini, saya hanya ingin memberitahu bahwa bukan hanya dia yang pernah merasakan itu. Saya juga pernah, dia pernah, mereka semua pernah. Bahkan ada banyak, mungkin jutaan yang rasa sakitnya berlipat-lipat dibandingkan yang dia rasakan. Tapi mau bagaimana lagi, orang yang jatuh cinta dan patah hati mana mau mendengar? Mereka tetap kekeh dengan pikiran mereka sendiri. Apalah saya yang hanya butiran debu. Mana didengar?
-_-
Obat patah hati:
Tidur
Tidur
Tidur
Menulis
Membaca
Nonton film horror
Dengar musik dengan bahasa yang tidak kamu mengerti, korea misalnya
Berkebun
Memasak
Makan
Olahraga
Hunting
Mendaki
Travelling
Dan masih banyak lagi.....
Hidup tidak berhenti hanya karena kamu patah hati.











