Emosimu

by - Agustus 09, 2016

Emosi adalah reaksi psikologis yang dialami manusia yang dapat berkembang atau surut dalam waktu singkat. Itulah yang sering kita rasakan. Sebentar sedih, sebentar senang. Dari sebuah buku, saya membaca bahwa manusia memiliki empat jenis emosi. Bahagia, sedih, marah, dan takut. Mungkin ada jenis emosi yang lainnya, tapi ke-empat inilah yang umum ditemukan.

Untuk menulis postingan seperti ini, atau apapun itu, biasanya saya membutuhkan sesuatu yang disebut moodboster. Tapi sekarang tidak lagi. Setelah beberapa pengalaman, sebaiknya memang menulis bagaimanapun mood kita. Masukkan emosi di dalamnya, tulisan itu akan enak dibaca. Jadi tidak masalah jika ada yang mengatakan kita 'baper'.

Belum lama ini saya menonton sebuah acara televisi. Awalnya biasa saja, tapi yang menarik adalah ada dua orang laki-laki, berbeda usia beberapa tahun, bertemu untuk pertama kalinya, dan akhirnya akrab setelah melalui berbagai kecanggungan. Kemudian terjadi kesalahpahaman yang membuat mereka kembali dalam situasi canggung, hebatnya mereka berbaikan seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Saya percaya itu bukan settingan acara. Saya tahu situasi itu benar-benar ada karena kebanyakan teman saya adalah laki-laki. Mereka bisa melakukan hal-hal yang lebih baik dari perempuan, utamanya dalam pengaturan emosi.

Dalam acara itu, terjadi 'kecemburuan' karena temannya lebih suskes, tapi seorang yang lebih tua menasehati bahwa sifat itu tidak baik. Meskipun dia baik dalam menyembunyikan emosinya, tapi iri karena kesuksesan orang lain bukanlah hal baik. Dia meminta maaf atas sikapnya, tapi malah dipuji karena dia tidak menghindar, bahkan mau membicarakan hal sensitif seperti itu. Rasa iri.

Waahhh....menyaksikan itu, saya seperti mendapatkan sebongkah batu permata. Satu, jaga emosi dan kurangi hal negatif di kepala, tentang orang lain. Dua, iri adalah hal yang tidak baik, kesuksesan akan datang pada setiap orang dengan cara dan waktu yang tepat, kita hanya perlu  berusaha. Bukankah kalimat itu sudah terlalu sering didengar? Tiga, membicarakan hal sensitif semacam itu harus ditempat tenang dan dengan kepala dingin. Empat, mereka (pengisi acara) terlalu tampan! Saya pusing harus ngefans sama siapa. #ehhh

Marah. Pernah? Saya jangan ditanya. Baru saja ada teman kecil yang chat di grup BBM, dia mengatakan dia masih mengingat saya dan memperjelasnya dengan kata, 'teman saya yang paling judes'. Yayaya, mungkin saya memang terlahir seperti itu. Padahal saya tidak merasa sama sekali. Hahaha.... Mungkin karena ini mereka mengatakan saya kurang peka. Sebenarnya, memang ada beberapa orang yang jika berbicara dengan saya pasti memancing emosi. Entah itu lewat teks, telepon, atau bertemu langsung. Apakah membuat saya marah adalah hal yang lucu dan menyenangkan?

Kapan terakhir kali kamu menangis? Saya mengalaminya hari ini, gara-gara film bollywood. Bukan menangis yang menetes, tapi yang mengalir terus menerus. Film itu sangat menyentuh. Emosi jenis ini masuk kategori sedih atau bahagia? Sedih, tapi kita tahu itu hanya film. Bahagia, karena ending-nya bagus. Yaa memang benar emosi bisa berkembang dan surut dalam waktu singkat.

Takut. Hal pertama yang saya ingat setelah mendengar kata itu adalah 'film horror'. Saya tidak pernah berani menonton film horror, tapi kadang ingin juga. Takut dengan sesuatu, semua orang pasti memiliki ini. Tadi saya membaca kutipan film, "Hal yang paling aku takutkan adalah ketika kamu mencintai orang lain yang lebih tulus dari aku." Wahh...daebakk. Lebay! Ada yang takut ditinggal sendiri, ada yang takut kecoa, tapi kalau saya hanya takut ledakan dan bentakan. Ledakan emosi yang berujung bentakan, saya bisa mati ditempat.

Bahagia, sepertinya tidak butuh contoh. Semua orang tahu itu dengan jelas. Asal jangan pura-pura bahagia saja. Itu lebih menyesakkan daripada marah.

Jadi, sekarang ini kamu dalam tingkatan emosi yang mana?

You May Also Like

0 comments