Lebih Baik Sakit Hati Daripada Sakit Gigi

by - Agustus 12, 2017

Annyeong haseyo...
Hari ini cerah, mendung unyu-unyu. Hihi.
Dan saya mau cerita...
Sore tadi saya scaling (membersihkan karang gigi). Sudah lama sekali sejak terakhir kali karang gigi saya dibersihkan, sudah bertahun-tahun. Jorok ah! Hehe. Mungkin karena lama jadi karang giginya menumpuk dan saat dibersihkan, rasanya ngilu sekali, sumpah! Gigi saya sensitif dengan es, karena itu saya menghindari minum air es sebisa mungkin. Tapi saat di scaling, gigi saya juga ngilu. Uhhhh....takutnya. Khawatir kalau gigi saya bermasalah lagi, sakit lagi.
Lagi? Ya, saya pernah sakit gigi yang sangat parah waktu kelas 1 SMA. Tidak bisa bicara, tidak bisa senyum, maunya tiduran atau menangis saja. Karena sakitnya tidak main-main! Waktu itu pelajaran komputer dan pak guru mengabsen kami. Semua teman menjawab 'hadir' dengan semangat tapi ketika tiba giliran saya, tidak ada suara.
"Ria?" pak guru mengulang sambil mengedarkan pandangan mencari saya.
Saya yang gusinya bengkak dan tidak bisa bicara hanya mengangkat tangan dengan wajah 'menderita'. Pak guru bertanya ada apa dan teman sebangku saya yang menjawab.
"Sakit gigi, Pak. Dia tidak bisa bicara."
Beruntung pak guru mengerti, dan saya bisa diam saja selama pelajaran dan tidak banyak tingkah seperti biasanya. Hehe.
Dua hari saya 'menderita' seperti itu, setelah ke dokter dan minum obat, sakitnya perlahan menghilang dan akhirnya sembuh. Saya rese' lagi seperti biasa.
Setelah kejadian itu, sakit gigi menjadi hal yang paling tidak saya inginkan terjadi dua kali. Jika harus memilih, lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Hahaha. Tapi saya serius. Sakit gigi bisa membuat saya berpikir untuk mati saja daripada berlama-lama menahan dan merasakan sakitnya. Uhh.... Semoga tidak lagi, amin!
Tadi saat scaling, saya melihat tangan dokternya (pakai sarung tangan), ada darah di sana yang pastinya bercampur dengan ludah. Tiba-tiba rasa syukur muncul karena Tuhan telah menghadirkan orang-orang yang bekerja untuk menangani gigi dan ludah orang lain.
Terima kasih adek dokter untuk hari ini. Semoga sukses ya.
Semoga jadi dokter gigi yang hebat dengan hati yang semakin lembut.
Amin....

You May Also Like

0 comments