Sok Baik

by - Agustus 27, 2017

Annyeong haseyo
Ria imnida

Hmmm.... Menjelang akhir Agustus, naskah novel tidak jalan juga. Penyebab paling pertama adalah list drakor yang menumpuk dan kalau sudah mulai satu episode, akan penasaran sebelum tamat. Selanjutnya komen-komen tidak mutu karena endingnya tidak sesuai ekspektasi. Hahahaha....sungguh tema yang tidak penting untuk dibahas.

Okey, skip.

Kamu punya teman? Pasti dong. Menjadi teman yang baik untuk mereka susah yah? Karena bukan cuma satu tapi banyak, dan kepribadian mereka semua berbeda. Tentu saja dengan pikiran dan penerimaan mereka tentang kita juga berbeda. Karena setiap orang itu berbeda. BERBEDA!

Kesibukan masing-masing yang kini berbeda membuat kami jarang bertemu, hanya ponsel yang biasa digunakan untuk saling berkabar (lebih tepatnya minta tolong) dan bertemu jika ada waktu senggang. Dan saya paling tidak suka menerima balasan 'tidak bisa' dengan alasan sibuk. Haha, egois kan? Nah untuk menghindari keegoisan itu saya memilih tidak menghubungi mereka, biar mereka yang menghubungi saya (sama saja bodoh!) Hehe.. Mianhe...

Komunikasi satu arah, saya biasa melakukan itu. Karena semua yang mereka lakukan, pikirkan, kapan dan dimana mereka sudah ada di sosmed. Mau dihubungi bagaimana lagi? Saya bukan tipe orang yang pintar basa-basi. Tepatnya, saya bukan orang yang tepat untuk bercandaan tidak jelas.

"Tidak peka" adalah julukan yang sering saya dengar dari mereka. Mungkin memang begitu, tapi menurut saya itu bukan tidak peka melainkan hal yang mereka lakukan atau katakan adalah hal yang tidak perlu. Cobalah perpikir rasional, sekali saja. Kamu akan tahu bagaimana rasanya jadi saya. Saya benar-benar teman yang kaku. Meski begitu saya juga suka tertawa bahkan dengan hal-hal kecil.

Tapi setidaknya kalau saya dihubungi pasti direspon, diajak jalan-jalan misalnya. Hahah. Begitu juga dengan teman yang minta nomor kontak seseorang, kalau saya punya pasti saya kasih. Minta tolong saya bantu, kalau sanggup. Diajak kesana kemari saya mau. Tapi kalau saya tidak mau pasti saya bilang tidak, dengan atau tanpa alasan. Saya bukan seorang PHP-er. Karena saya tau rasanya di-PHP teman sendiri, sakit. Kecewanya lebih parah dibanding kecewa mu pada penolakan odo'odo.

Cie baper...

Hari ini ada teman yang 'nyampah' di sosmed, tanpa bertanya pun sudah ketahuan apa yang membuatnya galau. Mau dihibur? Hah... Untuk yang satu ini saya orang paling tidak berbakat melakukannya. Kemungkinan dia hanya akan dibully atau diomeli, jadi lebih baik kalau saya diam. Mungkin ini cara lain untuk menghibur versi saya, memposting dengan caption yang tidak biasa.

"Selamat menempuh hidup baru, untuk orang yang pernah paling kucintai"

Setidaknya dia akan berpikir kalau bukan hanya dia yang mengalami hal luar biasa, tapi saya juga. Bagaimana dengan pikiran orang lain? Bodo amat, haha!! Itu urusan mereka. Saya melakukan itu sebagai penulis.

I tell you something chingu yaa...

Kalau kamu baper karena tulisan seorang penulis, maka kamu dalam masalah besar.

HAHAHAHA

Oke.

Annyeong... ^_^

You May Also Like

0 comments