Selamat Berlebaran
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H
Annyeong haseyo....
Ramadan meninggalkan kita lagi. Satu bulan yang butuh banyak kesabaran (kesabaran membicarakan keburukan orang. Hahaha! Mianhe). Ada banyak kebaikan yang saya terima dan terima kasih banyak pada orang-orang yang melakukan itu.
Selama ramadan kemarin, saya pernah naik ojek dan ketika tiba di tujuan ojeknya langsung pergi dan dia tidak mau mengambil uang saya. Katanya tidak usah, karena kebetulan dia juga ingin ke arah yang sama. Aduh, hal kecil yang sangat berkesan bagi saya. Karena seperti yang kita semua tahu, sekarang kita hidup di dunia yang semua orang lebih mementingkan diri masing-masing. Sangat jarang kita menemukan orang seperti tukang ojek itu.
Meskipun saya melakukannya sebelum ramadan, tapi selama ramadan saya cukup kewalahan membagi waktu antara tidur dan menulis. Hahahha. Saat ini saya sedang mengerjakan naskah. Penulis kacangan ini sedang mengumpulkan mimpi-mimpi anehnya untuk menjadi sebuah buku. Hehehe. Doakan lancar ya hingga ke penerbit dan punya ISBN lagi. Amin. (Semoga tahun ini ISBN atas nama saya nambah satu lagi. Hihi).
Lebaran, makanan tidak usah dibahas ya karena pasti jadi topik utama yang paling banyak, paling enak, paling semuanya diantara aktivitas yang dilakukan hari ini. Senang bisa berkumpul bersama keluarga besar, makan enak, keliling ke rumah-rumah, dan menyorot setiap pot berharap menemukan kaktus yang bisa diminta. Hahaha. Saya benar-benar gila ya, kaktus menjadi pencarian nomor satu saya di setiap rumah yang saya datangi hari ini. Tapi saya tetap pulang dengan tangan kosong. Hiks.
Oh iya, tentang rasa senang, bahagia, suka cita kita hari ini, tiba-tiba saya teringat dengan saudara-saudara kita di Palestina. Bagaimana mereka melaksanakan shalat Ied, bagaimana mereka tersenyum diantara puing bangunan, apa yang mereka makan, apa yang mereka kenakan, apakah mereka punya luka. Semua itu tiba-tiba muncul dan membuat saya terdiam. Sebagai manusia saya merasa sangat pengecut, pecundang yang hanya bisa kasihan tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Beruntung jaringan di ponsel saya sangat buruk, jadi saya tidak bisa mengupload foto kebahagiaan apapun.
Mari doakan saudara kita di Palestina. Kelak jika punya kemungkinan, saya ingin ke sana. Tapi bagaimana caranya? Tuhan, tolong selesaikan perang itu sebelum anak-anak bermata indah di sana dewasa dan menyimpan kenangan buruk dalam benak sampai mereka mati. Itu sangat tidak adil. Hukumlah mereka yang melakukan kejahatan di sana dengan hukuman yang setimpal.
Palestine will be free
Insya Allah
Ya, saya pecundang. Berdoa untuk mereka, hanya itu yang bisa saya lakukan.
Selamat lebaran....

0 comments