Nama Yang Tak Lagi Asing
Assalamualaikum...
Hari ini Soppeng membawa pulang piala Adipura. Mengharukan sekaligus membuat merinding, ketika mereka yang berseragam kuning (petugas kebersihan) beramai-ramai konfoy keliling kota mengiring piala Adipura. Dari tukang sapu, pemungut sampah, hingga pengemudi truk sampah, saya yakin hati mereka penuh dengan rasa bangga dan bahagia. Merekalah yang paling berjasa atas kebersihan dan keindahan kota Soppeng. Selama hidup, baru kali ini saya melihat petugas kebersihan sangat dihargai. Saya merasa sedikit bangga karena tidak pernah membuang sampah sembarangan, yang akan menambah pekerjaan mereka, padahal kita sendiri bisa dan mudah melakukannya.
Oke, sekian untuk piala Adipura.
------------
Jauh disudut hati terdalam, sebenarnya ada hal yang membuat saya tidak tenang. Kelemahan itu kembali, mengkhawatirkan sesuatu yang belum pasti terjadi. Saya mengkhawatirkan seseorang, apakah dia akan baik-baik saja?
Beberapa hari yang lalu, seseorang menyebut namanya. Nama yang akrab di telinga, tapi bukan nama itu yang kami pakai saat sedang berbalas pesan. Kalian pikir kami dekat? Tidak. Saya justru tidak tahu apapun tentangnya. Saya hanya suka melihatnya menikmati hidup, melakukan hal-hal menyenangkan yang ia inginkan tanpa harus merepotkan orang lain.
Sudah puluhan purnama, saat terkahir kali saya mengagumi seseorang. Seorang pria yang bukan idol atau aktor korea. Seorang pria lokal yang namanya sudah tidak asing. Tidak tinggi, tidak tampan, tapi saya suka kesopanan dan caranya menghargai wanita.
Senang bisa mengenalnya...

0 comments