3319 Saat Cintamu Pada KOREA Menjadi Tanda Tanya
Assalamualaikum...
Annyeong haseyo uri chingudeul
Kemarin (03/03/2019), saya diberikan berkah yang luar biasa. Mungkin postingan ini, akan membuat orang-orang yang mengenal saya cukup terkejut.
Dua hari sebelumya, saya melakukan perjalanan dari Soppeng ke Makassar untuk sebuah tujuan, mengikuti sebuah talkshow bersama seorang penulis buku. Beliau adalah Fuadh Naim, ustadz sekaligus penulis buku Pernah Tenggelam. Buku yang bikin saya menggelepar (hiperbola banget yah. Haha!).
Buku Pernah Tenggelam berisi cerita Fuadh Naim sebagai seorang mantan k-popers garis keras. Dan sekarang, gelombang korea atau yang biasa dikenal dengan HALLYU (한류) telah sampai ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. K-pop, k-drama, life style, dan segala hal berbau korea yang dibahas dalam buku ini, membuat saya tertarik. Selesai membacanya, saya masih punya banyak pertanyaan yang akhirnya terjawab hari ini. Kebetulan minggu lalu saya scroll instagram dan menemukan postingan berikut.

Saya histeris lebay, akhirnya Makassar masuk list!!! Saya langsung menghubungi teman saya, mengajak, tapi katanya dia tidak bisa karena punya kegiatan di hari yang sama. Tapi dia mendukung, "Harusko wehh!" Mungkin karena dia tahunya saya suka korea sudah masuk level akut.
Okelah, saya tetap harus datang meskipun sendirian. Tapi Allah memuluskan jalan lain dengan memberi saya sebersit ide untuk ikut give away dari @YukNgajiMakassar dan memenangkan 1 tiket lagi, jadi saya mengajak adik saya. Saya tidak pergi sendirian. Hehe.

Hari H pun tiba, dan saya tiba di lokasi disaat yang tepat. Acara talkshow ini diadakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Yang sampingnya NIPAH mall). Tahu temanya apa?
ADA APA DENGAN KOREA?
Disingkat AADK
Itulah yang menjadi topik pembahasan dalam acara ini yang merangkum seluruh isi buku dan dihadiri ratusan peserta. Rata-rata mahasiswa dan pelajar, mungkin cuma saya yang tidak masuk kedua kategori itu. Iya, saya sudah tua. Tapi itu bukan alasan tidak ikut AADK. Tidak akan pernah. Jiwa saya masih muda. Hehe.
Kami duduk melantai setelah melepas sepatu dan memasukkan dalam kantong plastik (Panitianya pintar). Video kegiatan sebelumnya ditampilkan di layar hingga sebuah lagu rap diputar yang liriknya ada sederet nama boygroup seperti EXO, BTS, dan Wanna One. Ternyata itu bukan lipsync, seseorang sungguh menyanyikan itu, namanya Fuadh Naim. Iya, ustadz ini memang segokil itu.

Ada segmen dimana sebuah lagu diputar dan kita diminta menyebut judul lagu dan penyanyinya. Semua antusias, terutama para akhwat. Judul dan penyanyinya langsung tahu kurang dari 5 detik. 대박!!! Saat lagu terakhir diputar, hampir semuanya diam. Karena yang diperdengarkan adalah ayat al Qur'an. Jujur, saya juga tidak tahu. Tapi diantara ratusan orang, ada yang tahu kalau itu adalah surah An Naba'. Saya luruh, saya kalah sama dunia. Seharusnya saya lebih tahu isi AlQur'an daripada lagu dan boygroup korea. Apalagi nama member dan tanggal lahirnya? Ter... La... Lu!

첸 엑소
Awalnya lucu, seru, ketawa-ketawa, sampai pembahasan semakin serius. Hal yang jarang diangkat ke publik, LGBT dan free sex. Saya juga mengakui ini. Dalam drama, dan MV korea, banyak yang menyajikan kedua hal ini tapi tidak disadari oleh yang menonton. Dan saya pribadi, kalau tahu hanya membiarkan saja tanpa melakukan apapun. Itu salahnya saya! Dan saya sempat mengajak teman-teman saya untuk tahu lagu dan drama yang menurut saya bagus. And now I knew itu DOSA!!!!
Ustadz Fuadh Naim tidak ngejudge, tidak menghina, apalagi melarang. Beliau hanya mengatakan fakta yang selama ini disalahartikan oleh orang-orang yang mengaku K-popers.
"Kang Daniel suamiku!"
"Kai pacarku!"
"No kpop No life!"
Astagfirullah.....
Saya nggak pernah bilang begitu, tapi kenyataannya saya suka sama mereka! Itunya yang harus diwaspadai. Padahal saya mau yang jadi suami nanti adalah pria yang BAIK AGAMANYA. Dan jelas, deretan member gagah kpop tidak masuk list.
KENAPA???
(Kok nge-gas dek?)
Kenapa? Karena mereka bukan islam. Budaya kita dan mereka berbeda. Mereka minum alkohol, makan daging babi, tidak segan melakukan skinship, ciuman ditempat umum, sampai one night stand! Islam melarang itu chingu-yaa tapi mereka lakukan!!!! Semua itu haram, tapi justru itulah yang terhidang pada hampir semua tayangan korea. Music video yang mempertontonkan aurat, variety show dengan games tidak masuk akal, pria yang pandai berdandan layaknya perempuan, apalagi drama. Wewww... (Saya nggak nyangka akan bilang hal-hal seperti ini).
Ya Allah, drama yang saya nonton sudah berapa banyak? MV ngenes yang saya lihat sudah berapa banyak? Lagu dengan lirik 'wow' sudah didengar berapa kali? Dan berapa dosa saya sekarang? (Jangan dihitung, BANYAK!)
JADI KITA NGGAK BOLEH NONTON KOREA LAGI?
Nonton itu hukumnya mubah (boleh) asal sesuai takaran. Sama seperti perumpamaan yang dikasih ustadz Fuadh Naim tentang gelas yang diisi air sesuai takaran, tidak akan tumpah. Mangkuk yang diisi air juga tidak akan tumpah, SELAMA TAKARANNYA PAS. Kalau lebih dari takaran, pasti tumpah kan? Kalau pemahaman kamu sebesar cangkir, ya isi segitu saja. Begitu yang saya pahami tentang konsep 'tidak berlebihan' dalam menikmati hiburan dari korea. Pilih tontonan yang tidak merusak ahlak. Karena ada juga drama dan film korea yang penuh nilai-nilai kemanusiaan, juga lagu-lagu dengan lirik yang baik artinya. Salah satu yang saya suka adalah Reply 1988 (drama), Miracle in Cell 7 (film), Hopefully Sky milik Jung Eunji (lagu).
Setelah pembahasan panas itu, kami disuguhi lagi video yang betul-betul menampar. Ya, kalian semua juga pasti tahu, saudara-saudara kita di Palestina dan Suriah.
Diiringi lagu Nisa Sabyan - Deen Salam, kami menonton video anak-anak yang tertawa bahagia, bermain, berlarian, kemudian beralih ke anak-anak yang terluka, menangis, meninggal, dan ledakan yang terus menyusul membuat tanah terbongkar, gedung runtuh, dan korban meninggal begitu banyak. Dan saat itu terjadi kita ngapain?
Jawab : Nonton drama, makan, tidur, jalan-jalan di molll, belanja baju cantik.
Kita melakukan itu saat saudara-saudara kita di sana berjuang untuk hidup. Begitupun keesokan harinya.
Astagfirullah
Astagfirullah
Astagfirullah
Memang ini tidak akan pernah cukup, tapi Allah lebih tahu masalah itu. Itu urusan Allah. Banyak-banyak istigfar, dan bertaubatlah.
Saya Ria
Saya K-Popers
Dan saya ingin Hijrah
Tolong dibantu.
Terimakasih ustadz Fuadh Naim yang telah memberi pencerahan.
Terimakasih Yuk Ngaji Makassar yang telah memberikan wadah untuk kegiatan ini.
Terimakasih teman-teman yang pernah mengingatkan saya tentang kpop.
Semoga setelah ini, saya jadi manusia yang lebih baik.
Dan adik saya, yang biasanya tidak suka acara semacam ini, sanggup duduk ditempatnya hingga acara berakhir. 대박!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi sekarang saya belajar hangeul.
.
It's OK. Menguasai banyak bahasa bisa menjadi bekal selama kamu di dunia. Lagipula, memang tidak ada salahnya belajar hangeul, tidak ada bedanya dengan bahasa inggris, bahasa daerah, bahasa Indonesia. Semua pakai grammar, abjad, dan susah 😂😂😂😂
Dan yang luar biasanya, tidak menguasai semua bahasa itu tidak akan membuatmu masuk neraka.
Saya tetap cinta Korea, tapi kini dengan alasan dan pemahaman yang berbeda.


3 Maret 2019
Dari
3 Maret 1924
Hari dimana umat islam kehilangan khalifah...
It's not just about Korea, but also all around the world
아요 히즈라 친구들
리아
Terima kasih.
Thank you.
감사합니다
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
ALLAH DULU
ALLAH LAGI
ALLAH TERUS
❤️❤️❤️

3 comments
Jadi skrg gak mau nonton drama lagi ya?
BalasHapusMasih. Tapi seperti yang saya bilang, yang tidak merusak ahlak. Bijak dalam memilih, karena tidak semuanya buruk kan?
HapusAsyiiiiik
BalasHapus