Kpopers Level L

by - Maret 13, 2019



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Malam ini, badan sedang tidak fit. Everything feel nggak enak. Sering hilang fokus. Gerimis sedikit, takut. Kena angin sedikit, menggigil. Mau minum tapi takut kena air. Ini problematika orang kekenyangan. Haha... Serius, tadi siang saya makan terlalu banyak, 2 piring 😂😂

Okeh...

Kali ini saya mau bahas K-POP tercintahhh...

Awal kenal kpop sebenarnya sudah lama. Sejak drama Dae Janggeum yang jago masak dan Full House yang lucu abis. Kemudian kuliah, baru kenal Super Junior kira-kira 2010. Saya tahunya mereka debut 2008, tapi ternyata 2005. Karena saat itu belum ada smartphone, atau mungkin karena TIDAK MAMPU beli. Internet juga masih sebatas ngemis wifi kampus atau di warnet. Jadi fix, saya tidak tahu banyak soal kpop, apalagi mau cari tahu tentang mereka. Malas!

Sampai akhirnya, saya jatuh cinta dan patah hati setelahnya (kesian yah?). Tahun 2012 kalo nggak salah. Tanpa sengaja saya ketemu MV Infinite, yang Man In Love. Lagu itu jadi penyembuh saat saya marah-marah, bukan kalau sedih. Padahal tahu artinya saja tidak.

"Aduhhh, siapa tuh yang unyul-unyul? Manis, ganteng!"

Dan mulailah saya 'kepoin' dia. Mengandalkan google, semuanya terjawab. Namanya Kim Myung Soo, dengan nama panggung L. Berada dalam grup INFINITE yang beranggotakan tujuh orang laki-laki. Fix, saya suka L. Dia bias pertama dan saya memaktubkan diri sebagai INSPIRIT.

Begitu terus bertahun-tahun. Awalnya kenal Infinite saja, lalu mulai kenal grup yang lain karena main di drama, ngisi soundtrack, atau sekedar cameo. Gini ya, saya kenal dan suka sama yang itu-itu saja karena saya malas cari tahu di internet karena terlalu banyak dan semakin banyak.

Sampai akhirnya 2016, saya kenal EXO. Saat mereka comeback dengan lagu Lotto. Eh, sudah bener ya 2016? Pokoknya gitu, saya kenal EXO dan positif mengidolakan mereka juga. Pertama suka Chanyeol, lalu Baekhyun, dan ternyata pernah ada Luhan di grup itu. Saya suka sama Luhan!!! Hahaha. Serakah! Dan sebenarnya, saya sedang menyelesaikan sebuah naskah yang tokoh utamanya adalah Kim Jong Dae alias Chen EXO. Saya suka Chen karena suaranya di lagu Best Luck dan Cry.

Saat itu, karena pengangguran dan kurang sosialisasi, saya jadi introvert. Apapun lebih senang kalau sendiri. Termasuk maraton nonton drama korea! Saya keracunan, akut! Semuaaaa drama dinonton, dikoleksi sampai soundtracknya juga. Tapi masih copy paste dari teman, mohon-mohon supaya didownloadkan, maklum hape belum memadai.

Hingga akhirnya 2018, saat ponsel memadai, jaringan internet bagus, kuota banyak, dan sering ketemu wifi. Ditambah sindiran teman-teman yang tiba-tiba mengatakan kalau saya orang korea, karena suka lagu korea. Saya jadi terpancing dan akhirnya, sedikit-sedikit korea, diajak bicara dibalas pakai bahasa korea, dengar musik lagu korea, sampai makanan yang teokkbokki itu, saya coba bikin sendiri. Hasilnya nggak enak, tapi habis. 😂😂😂

Padahal sebenarnya saya cuma tahu yang tampak luarnya, lebih dalam lagi saya nggak tau apa-apa. Saya nggak hafal semua judul lagu mereka, nggak kenal semua idol, nggak juga nonton semua drama. Tapi berani bilang kalau kpopers level akut?

Saya juga mulai menonton program survival idol, yang pertama dan terakhir yang saya nonton itu Produce 101 Season 2. Saya mengikuti mereka sejak trainee sampai menjadi WANNA ONE,  yang sekarang sudah disband alias bubar. Saya suka Ong Seong Wu. Hihihi....

Saya nonton drama korea setiap hari, tapi ngaji? Kadang-kadang.

Saya dengar lagu korea setiap menjelang tidur, nyenyak!

Sampai belajar hangeul!

Tapi saya belum pernah ke konser, fanmeeting, beli lighstick (meskipun mupeng banget), tapi dari sisi ini saya bersyukur atas keterbatasan materi yang saya punya. Saya tidak tenggelam sedalam mereka.


Teman-teman kadang mengingatkan, mereka tag saya ke akun yang mengatakan konten korea mengarah kepada kemaksiatan. Jujur, saya sempat emosi karena menurut saya mereka tidak seperti itu.

Sampai akhirnya saya follow akun instagram @fuadhnaim yang isinya tentang korea. Saya tertarik karena ada kata 'korea' dalam setiap konten yang ia posting. Dan ternyata beliau adalah mantan fanboy. Dia tahu korea lebih banyak, dia cinta korea lebih besar, sampe ke sejarah-sejarahnya. Saya bilang, oke nih. Ustadz yang tahu korea, kita akan lihat sehebat apa dia bicara tentang Korea. And now saya membulatkan tekad untuk hijrah, setelah ikut talkshow #AdaApaDenganKorea saat Fuadh Naim jadi speaker.

Alhamdulillah....

Menjauhkan diri dari korea tidak sesulit itu. Karena saya tidak segila itu, tapi mungkin berdebar juga kalau ketemu mereka langsung. Hahahaha.... Memang berat, tapi bisa. Meskipun berat, tapi harus. Bukankah sesuatu yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah?

Korea nggak salah, kita aja yang lebay dan menganggap semua sempurna. Padahal yang sempurna itu cuma satu. ALLAH SWT.

Singkat sajalah, saya memilih membatasi diri dengan korea (kpop dan drama khususnya) karena merasa jenuh. Dan mungkin Allah memberi saya petunjuk dengan mengirimkan orang-orang yang sedang perjalanan menuju-Nya sehingga saya juga ingin. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, kali ini saya sungguh, amat ingin mengunjungi baitullah (Setidaknya bisa umroh). Saya sungguh menginginkan hal itu untuk pertama kalinya sebagai seorang muslim. Hati saya akhirnya tergerak untuk lebih dekat ke Allah. Alhamdulillah...

Hari ini, bias pertama saya, Myung Soo berulang tahun. Dia semakin dewasa, semakin menjadi pria. Namun sekarang saya harus berhenti mengidolakannya, dan mulai mengenal Rasulullah. Sudah setua ini dan saya baru sadar? Sungguh, kalian jangan sampai seperti saya.

생일 축하해 명수야
누나 정말 미안헤
구마워
안녕 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... 

스망아트 히즈라!!!!

You May Also Like

3 comments

  1. Assalamualaikum ... alhamdulillah ada yg belajar hijrah. Sebenarnya tdk ada yg salah dengan menyenangi korea dan hal hal yang berbau kpop, itu fitrah manusia-menyenangi hal yg menurutnya bagus- saya liat admin ini penulis, (semoga benar) admin bisa menjadikan korea dan kpop sebagai inspirasi menulis ,seperti halnya asmanadia atau penulis penulis lain ,tanpa harus menarik diri atau membenci dan sekaligus tanpa harus kehilangan jati diri sebagai seorang muslimah yang taat, hal hal yang berbau korea atau kpop ada sisi baik dan buruknya (ya meskipu lebih banyak buruknya) ambillah sisi baiknya, seperti belajar bahasanya mungkin belajar masakannya??? Atau belajar keteraturan dan kesopanan orng korea dalam bergaul antara sesama atau trhadap orang yg lebih tua .Siapa yang tahu jika kelak admin bisa jadi penulis terkenal korea sekaligus menjadi salah satu pioneer penyebar agama islam di korea??. Naah giat belajar bahasa korea dan tentang korea aja Nasib dan rejeki seseorang tdk ada yang tahu ,sekarang belajar hijrah siapa yang tahu kalau besok besok bisa menghijrahkan orang lain lewat tulisan. ��.. semangat hijrah! !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam...
      Terima kasih banyak atas semangatnya. Karena serius, bisa dibilang saya berjuang sendirian. Masih ngajak saudara juga sih, teman hijrah saya beda kota, jadi kita cuma kontak lewat WA. Itupun sesekali.
      Saya coba tulis apa yang saya alami dan lakukan di blog ini supaya nanti bisa lihat perubahan diri saya sudah sampai mana.

      Pokoknya terima kasih.
      Sayang, komennya pakai anonim

      Hapus
    2. Waahhh yang semangat yaah .. ada yang pernah bilang, pahala orng orng hijrah yg mengalami kesulitan katanya dilebihkan (wallahu a'lam), semoga istiqomah yaah buat belajar hijrah sampai benar benar hijrah, ayoo semangat!

      Hapus