C E R A I
Judul yang mengerikan.
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Teman-teman yang mungkin akhir tahun ini dijejali kesibukan tiada henti, percayalah semua pasti berakhir. Tetap semangat ya 😊
Hari ini, seharian di twitter, #cerai menjadi trending tak berkesudahan. Ada apa? Kenapa banyak yang membahas hal ini?
Jujur, saat kecil saya percaya kalau cerai itu hanya ada di televisi, anak adopsi itu hanya ada di televisi, ibu tiri itu hanya ada di televisi. Saya percaya semua itu hanya rekayasa. Saya percaya dunia nyata tidak seperti itu.
Hah, sangat naif dan polos.
Mungkin saya tumbuh di lingkungan yang baik, makanya saya merasa kalau hal-hal demikian, terutama perceraian adalah hal yang tidak mungkin. Alhamdulillah saya tidak pernah menganggap itu masalah sampai saya dewasa dan mengerti bagaimana yang disebut perceraian. Jangankan cerai, nikah saja belum. Tapi dunia mengajarkan banyak hal kepada kita tanpa harus melaluinya dulu. Itulah gunanya kamu disekolahkan.
Beberapa orang yang saya kenal sudah bercerai dengan beragam alasan. Dan saya melihat mereka baik-baik saja. Melanjutkan hidup sebagai single parent, membesarkan anak-anak dengan keringat sendiri, bekerja sangat giat, demi anak yang menjadi korban perceraian.
Bercerai itu berat.
Jika ingin bercerai, kenapa ada pernikahan?
Tentu.
Setiap orang punya masalah. Dan hanya orang itu sendiri yang bisa menyelesaikan masalahnya.

0 comments