Januari dan Penat

by - Januari 16, 2022

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Dua hari yang lalu Jongin ultah 🤭

Yaudah...

Apa ya yang menarik?
Awal Januari sudah mulai disibukkan dengan proses penyusunan proposal tesis. Keren gak tuh? Gak! Yang ada malah pusing, karena itu sudah 2 minggu, proposalnya tidak rampung-rampung. Maka saya lari ke latihan memanah. Kebetulan 23 Januari nanti ada event, turnamen, atau seleksi, entah namanya apa. Yang jelas, kami akan lomba panahan lagi.

Demi persiapan menuju lomba, setiap hari harus latihan. Tidak setiap hari juga sih, tapi latihannya lebih sering dari sebelumnya. Latihannya di mana? Lapangan dong, OUT DOOR!!! Panas hujan gassss...

Jadi kalau ada yang ketemu dengan eike, jangan komentar soal wajah gelap yah. Karena itu memang risiko yang harus dihadapi setiap atlet panahan. Apalagi jarak putri 40 meter, putra 70 meter. Bisa dibilang, memang hanya lapangan bola yang pas untuk area panahan. Karena ini adalah olahraga berbahaya. Busur dan anak panah bukan mainan, tapi senjata tajam. Karena itu lapangan untuk lomba panahan harus steril, bersih dari makhluk hidup, kecuali rumput.

Kembali lagi ke proposal.

Temanya kopi, tapi setelah mencari tahu, ternyata sudah dilakukan oleh mahasiswa lain. Yaaa mungkin pembimbing maunya saya punya parameter lain, biar beda dengan penelitian yang pernah ada. Ya iyyalah.

Tapi itu masalahnya. Saya gak ngerti! Ya Allah, sekali lagi saat itu saya bilang, "Sekarang saya mendorong diri lagi masuk ke dunia lain. Saya melompat ke dalam jurang lagi." Apa ini? Apa yang akan saya lakukan dengan itu? Saya benar-benar butuh bantuan. Mau bertanya ke dosen, takut dibilang bodoh. Kan memang! 

Saya sangat membutuhkan bantuan. Tapi saya terlalu sibuk berpikir, bukan bertindak. Mungkin ini alasannya saya selalu berakhir dengan tidak melakukan apa-apa. Ujung-ujungnya insecure sendiri padahal bisa diselesaikan kalau saya bisa sedikit lebih berani bertanya. Kelak jika saya seminar proposal, tulisan ini jadi saksi saya pernah galau.

Satu lagi, introvert saya semakin parah. 

Ya Allah, lancarkan, mudahkan. Pada hal-hal seperti ini yang bisa saya andalkan hanya doa. Cuma itu yang saya punya.

Sekian.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

You May Also Like

0 comments