1 Rajab 2022
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
How was your day?
Great! Saya baring dua hari karena sakit. Sakit perut, mungkin maag, mungkin sembelit. Karena demam dan kembung. Tapi gasnya gak keluar-keluar jugaaa... Malah sempat nonton seri Good Doctor sesion 3, alhasil jadi takut kalau ada penyumbatan usus, atau umbai cacing pecah, and the others medical conditions that need a surgeon.
I am not okay!
Astagfirullah...
Sempat takut, tapi harus dilawan, kan. Bukan anak kecil lagi, yang apa-apa harus dibantu. And here I am. Sudah bisa menulis di blog dalam kondisi lumayan baik dari tadi pagi. Alhamdulillah.
Mengenai Januari kemarin yang dilalui dengan sangat cepat dan sibuk, sekarang sudah 2 Februari aja. 02-02-2022 dan saya belum menikah. Hahaha. Entahlah, menikah jadi keinginan yang biasa saja sekarang. Fokus dengan apa yang dijalani sekarang, karena saat ini ada dua hal yang menjadi fokus utama saya, kuliah dan panahan.
Kuliah semester 2 akan dimulai pertengahan Februari nanti, dan serangkaian rencana Allah yang tidak terbatas telah terjadi. Ceritanya begini, saya berharap saya bisa menyelesaikan proposal tesis dengan lancar. Tapi sampai dospem minta, proposal belum selesai, dan saya menyerah karena temanya terlalu berat dengan kemampuan saya yang pas-pasan. Akhirnya ganti ide baru. Saya rencana bisa merampungkan proposal baru setelah seleksi Kejurnas Pordasi 2022 selesai. Dan yah benar-benar selesai dan dikumpulkan tepat waktu. Tapi ditolak, karena tidak layak/relevan dengan tingkat magister. Rasanya kayak jatuh dari tebing tinggi, sampai gak bisa merasakan apa-apa, lalu jatuh menghantam bumi. Down!
Live your life! Kata DAY6.
Diujung pasrah itu, Allah baik banget selalu ada dan menolong. Beruntung sekali saya dikasih pembimbing yang baik dan peduli dengan anak bimbingannya. Beliau memberi rancangan proposal dan minta saya perbaiki dua hari!!! Cuma 2 hari!!! Shock dong! Seminggu saja saya kelimpungan cari literatur, ini cuma dikasih 2 hari. And what happened? I did. Tidak semudah yang saya mau, dan tidak sesulit yang saya bayangkan. Tapi selesai. Tidak ada yang lebih melegakan dari itu.
Kini tinggal menunggu keputusan apakah penelitian itu akan tetap dilanjutkan atau tidak. Ya Allah, lancarkan...
Sekarang kita cerita soal panahan.
Setelah vakum hampir 2 bulan di tahun kemarin, sampai sekarang saya merasa kalau tembakan saya semakin buruk. Takutnya mungkin karena rasa sombong, tapi mungkin juga karena pikiran yang terbagi-bagi. Yah, saya memikirkan banyak hal. Insecure banget!!! Kasihan sekaligus malu sama coach, yang sudah mati-matian mendukung tapi skor saya sangat rendah dibandingkan yang lain.
Dengan skor rendah begitu, berani-beraninya ikut seleksi Pordasi!I fell upset, kesal, marah, tapi buat apa? Itu artinya ada yang salah dengan diri ini, bukan? Saya niatnya berbenah, semoga di turnamen selanjutnya skornya gak malu-maluin.
Yaa Allah, please let me get my focus back.🙏🏻

0 comments