Drama Kuliah Online Eps 9
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Mungkin ini yang terakhir, karena sekarang kita sudah bisa bebas keluar rumah. Karena sudah vaksin, dan kasus COVID-19 perlahan menghilang. Kampus sudah offline semuaaa...
8 Juni kemarin adalah hari terakhir kuliah semester ini. Dan sebelum itu, saya stresnya subhanallah banget. Bayangkan, setelah diminta maju seminar proposal oleh ketua prodi, satu-satunya kuliah semester ini ujiannya lisan! Meskipun lewat zoom tapi tetap saja bikin stres. Apalagi saya tidak begitu paham dengan semua yang diajarkan.
Waktu itu, kan jedanya 2 minggu. Seminggu pertama menghabiskan waktu kerja proposal, yang tidak kunjung selesai. Minggu kedua lanjut lagi dong. Barulah saat mendekati waktu ujian, saya genjot pelajari semua materi. Print semuanya, baca sambil tiduran, tapi nyangkutnya susah... Ingin nangis rasanya.
Tibalah hari-H.
Saya sudah siap dan ingin maju ujian lebih dulu, karena semakin lama semakin gelisah. Takut sih lebih tepatnya. Tapi teringat yang pernah saya katakan,
"Terobos saja, pasrahkan sama Allah"
Dan saya membaca semua 'mantra' yang saya tahu sampai istighfar terus menerus. Gugupnya tetap ada!
But ...
Dosen ini adalah dosen favorit saya. Seperti yang saya duga, beliau memberi pertanyaan dan menggiring kami agar menemukan jawaban. Bahasanya halus, bicaranya santai, tapi tampak elegan dan berpendidikan. Dan suami beliau adalah pembimbing utama penelitian saya. Takdir yang manis.
Next....
Ujian selesai dengan lancar, meskipun saya sangat terbata-bata. Jadi sekarang PR saya bertambah. Belajar bicara yang lancar > speak di depan umum > perbanyak membaca > tolong jauhi hp.
Well, semangat kuliah!!! Walau banyak yang mengatakan kuliah hanya formalitas, tapi saya hanya ingin menjadi layak menyandang gelar itu. Ya, saya hanya ingin menjadi orang yang layak menyandang gelar Magister. Bukan sekedar hiasan saat dicetak dalam undangan pernikahan. Ehh! Haha!
Pokoknya gituh....
Oia, tanggal 21-24 Juni nanti ada POPDA dan saya diutus jadi Asisten Pelatih di cabor panahan menemani adik-adik bertanding. Sebuah kehormatan yang bikin semangat memanah meluap.
Masalahnya, saya takut itu bersamaan dengan seminar proposal.
Semoga saja tidak.

0 comments