Big Surprise Agustus 2022
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Agustus hampir lewat dan tidak ada setoran tulisan sama sekali. Untung ingat. Hehe
Bulan Agustus, yang biasanya pasti langsung membawa pikiran kita ke hari kemerdekaan RI. Tahun ini sudah 77 yah? Benar. Intinya, Indonesia lebih tua dari aku. Haha.
Hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus 2022, jatuh pada hari Rabu dan itu adalah hari di mana saya harus melakukan perhitungan mikroba karena isolasinya tanggal 16. Tapi tidak masalah karena bisa dilakukan setelah dua kali 24 jam dan semua berjalan lancar seperti biasa, terima kasih ya Allah.
Pada hari kemerdekaan itu, saya libur. Seharian di rumah dan menggambar sesuatu untuk persiapan Roadshow Yuk Ngaji Makassar. Saya seharian di rumah dan baru sadar kalau upacara di Istana negara ditayangkan secara langsung di televisi. Saya tidak sempat menonton upacara penaikan bendera tapi akhirnya bisa menonton upacara penurunan bendera melalui televisi.
Ada satu hal yang menarik pada acara penurunan bendera kali ini. Mungkin sebenarnya sudah ada sejak pagi tapi karena saya hanya nonton waktu sore jadi saya baru melihatnya. Di televisi di bagian sudut bawah layar sebelah kanan ada kotak yang berisi video seorang wanita yang menyampaikan apa saja yang ada di televisi kepada teman-teman tuli. Iya, beliau menggunakan bahasa isyarat untuk memberikan penjelasan kepada teman-teman tuli yang sedang menonton di rumah. Dan saya merasa itu adalah hal paling keren yang terjadi di hari peringatan ulang tahun Republik Indonesia tahun ini.
Sangat jarang sekali fasilitas yang bisa dinikmati oleh saudara atau teman-teman difabel kita, apalagi di tempat umum seperti mall. Dan apa yang ada di televisi pada hari itu membuat saya merasa bahwa kepedulian mereka terhadap teman-teman difabel masih ada. Karena biasanya sering saya dapati di tempat umum, orang-orang difabel seperti buta, tuli lumpuh, atau tangan dan kakinya tidak sempurna atau bagian wajahnya tidak sempurna, orang-orang justru menjauhi mereka padahal mereka tidak melakukan apa-apa, mereka justru hanya diam. Dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa insecure yang terjadi pada teman-teman difabel terjadi karena ulah orang-orang seperti kita (orang dengan fisik normal).
....
Keesokan harinya, selain waktu untuk menghitung mikroba, juga adalah hari pembukaan Gubernur Cup 2. Saya tidak sempat hadir pada hari itu dan akhirnya bergabung bersama teman-teman pada hari Sabtu tanggal 20 Agustus. Jumlah perwakilan Warani yang ikut lomba tahun ini nyaris setengah dari yang berangkat tahun lalu. Ini karena adanya beberapa perubahan yang yang dilakukan oleh panitia sehingga beberapa atlet yang tadinya mau ikut, jadi mengundurkan diri.
Di sana saya sadar bahwa hanya olahraga panahan yang bisa membuat saya berani dan rela panas-panasan meski kulit akan menjadi gosong. Saya di sana hanya setengah hari tapi begitu pulang wajah saya sudah memerah dan keesokan harinya sangat terlihat perubahan warna yang terjadi, gelap. Makanya sekarang kalau ke mana-mana tidak pernah lepas masker. Hihi.
Tapi alhamdulillah warani membawa pulang 2 medali, juara 1 divisi recurve putra dan juara 3 divisi standart putri. Dan coach selalu dan selalu membuktikan bahwa kerja keras tidak pernah menghianati hasil. Impian beliau tercapai satu persatu, bahkan tanggal 23 Agustus kemarin keluar pengumuman skor tertinggi di divisi barebow putra. Beliau di urutan pertama se-ASEAN. Semoga coach bisa tampil di ajang olimpiade 2024. Aamiin.
....
Hari berikutnya, Ahad 21 Agustus. Inilah kegiatan yang paling dinantikan tahun ini. ROADSHOW YUK NGAJI MAKASSAR dengan tema HAPPY NEW YOU. Pagi, sekitar pukul 07.30 saya naik gojek menuju lokasi dengan biaya Rp24.000,- untuk bertemu peserta YukNgaji (YN) yang belum dikenal sebelumnya. Tahu hebatnya Allah? Saya yang introvert ini berani datang ke sana sendirian, tanpa mengenal seorang pun! Dan hebatnya lagi, saya berani menyapa seorang gadis yang juga peserta YN. Akhirnya kami duduk berdekatan dan menjadi akrab.
Kami sangat fokus pada Roadshow karena semua tim YN dari pusat ada di depan mata. Yang selama ini hanya bisa dilihat di sosmed, akhirnya bisa ketemu dan ngaji Islam sama-sama. Happy New You adalah tema yang dibahas agar kita menemukan apa yang salah pada diri kita dan mencoba memperbaikinya.
Pada akhir acara, kami diminta menuliskan sesuatu pada notes yang sudah dibagikan dan menempelkannya pada dinding yang sudah disediakan.
Foto by : @yukngajimakassar
Ini punyaku
Pokoknya, minggu kemerdekaan saat itu dipenuhi banyak sekali nikmat Allah. Saya bersyukur dalam-dalam, walau masih banyak dosa.
Yuk hijrah bareng. Saya butuh teman hijrah.
"Jangan harap setan akan angkat koper saat kita bilang memutuskan untuk hijrah. Justru saat itulah setan lebih senang mengganggu."
Lupa yang bilang ini siapa. Entah King Sifrun atau ust. Cahyo.








0 comments