Akankah Ada Hari Esok?

by - Februari 18, 2023

Astagfirullah...

Ya Allah, hari ini saya hampir mati ya?
Takut.

....

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga kamu diberi kesehatan dan kebahagiaan sepanjang waktu. Aamiin.

Hmm...
Seminggu ini Makassar hujan terus. Awalnya sudah gak enak badan, tapi paksa harus ke kampus karena mau analisa produk. Cuma ngukur pH doang, terus pulang, gak betah lama-lama di lab karena hujan, angin kencang dan AC nyala!!! Turun ke lantai 1, singgah di kantin beli mie goreng, dan lanjut pulang pakai gocar. Kebetulan seminggu itu ada diskon gede pakai gocar, jadi lebih murah naik mobil daripada motor. Saya pilih yang murah dong, mumpung lagi gak enak badan, hujan juga. Yoweslah. Tapi diperjalanan pulang, drivernya pilih rute yang paling jelek. Tapi untung mobilnya bagus. Perjalanan pulang pergi aman sentosa.

Sampai di rumah tepar.

Di kampus cuma 2 jam, tiba di rumah langsung sholat lalu makan. Astagfirullah, mienya asin banget ya Allah. Mau nangis tapi lapar. Mau ditambah air tapi gak bisa banyak goyang lagi. Injak lantai saja sudah dingin banget. 

Malamnya, gejala batuk mulai muncul. Obat-obatan yang tersedia dirumah dikumpul dan diminum merek yang biasa dipakai. Tidur. 

Besoknya, makin menjadi. 

Batuk makin sering, berdahak, demam juga, pas wudhu untuk magrib malah jadi gemetar mungkin hipotermia. Habis itu gak berani wudhu, tayammum.

Dan yang paling bikin stress adalah hujan yang tidak mau berhenti. Kenapa? Kan di rumah aja.
1. Saya selalu takut dengan hujan
2. Saya sendirian di rumah.
3. Rumah tidak safety, krn bocor sana sini, bahkan sudah sampai ke kamar.
4. Depan perumahan banjir pemirsahh.
Jadi kasian sama pak gojek atau kurir kalau pesan makanan dll. Pokoknya gak bisa ngapa-ngapain!

Hari ke lima hujan, mau ke kampus lagi saat depan perumahan masih banjir. Saya ditolak sama driver karena katanya gak bisa masuk perumahan. Tapi setelah mencoba akhirnya ada bapak yang mau antar. Alhamdulillah.

Kali ini sama, durasi dikampus cuma sebentar. Terus pulang. Ditolak lagi sama beberapa driver, alasannya karena mobilnya ceper. Akhirnya ikhlaskan naik gojek, kalau masnya gak bisa antar masuk, saya bakal jalan kaki.

Alhamdulillah pas datang dan saya kasih tau kalau perumahan banjir, masnya biasa aja. Terus kami melibas genangan dan berharap motornya gak mati tengah jalan. Alhamdulillah tiba dirumah dengan selamat. Terima kasih masnya.

Selamat dari urusan kampus, saatnya fokus ke penyembuhan batuk demam. Ya Allah, panasnya naik turun, gak nafsu makan, apapun yang masuk gak bisa banyak. Tapi sejauh ini belum pernah buang air besar.

Dan tibalah hari ini.
Akhirnya mau bab, dengan semangat ke wc dan saat itu tiba-tiba perut sakit luar biasa. Mendadak tangan dingin, penglihatan buram. Saya pasrah aja, sandar ke belakang. 

"Mungkin saya akan pingsan."
"Bagaimana kalau saya mati tapi tidak ada yang lihat?"
"Ya Allah, tolong"

Itu tiba-tiba terpikir. Sakit sendiri di kota orang, gak ada yang menemani. Belum lagi banyak pikiran tentang tesis dan genjreng genjrengnya. Kalau aku mati apa semuanya akan beres?

Gini amat ya overthinking...



You May Also Like

0 comments