Masa Lalu dan Kesempatan Kedua

by - Maret 05, 2023

Belakangan sudah pilih-pilih dengan cermat drakor yang mau ditonton. Dari genre aksi sampai romance dan komedi. Tapi baru-baru ini ada drama baru yang tayang, gak usah spil judul yah karena cerita ini bukan tentang dramanya, tapi kisah saya yang lain.


Yang membuat saya bertahan dengan drama ini adalah karena saya ingin melihat bagaimana male lead nya mengatasi patah hati dan akhirnya bisa menghargai kembali perasaannya pada seseorang (yang baru).

Di drama ini dikisahkan si pria hidup tanpa pernah tersenyum karena telah diselingkuhi oleh pacarnya. Yang kemarin ia peluk, hari ini memberi undangan pernikahan. Jahat kan? Terus ceritanya si cewek pergi ke luar negeri dan kembali tiba-tiba.

Kalau saya adalah si pria, cewek itu sudah tidak berhak muncul di kehidupan saya lagi. Dia sudah jadi masa lalu dan menjalani pilihannya. Dan saya berhak jika tidak ingin terlibat lagi dalam kehidupannya. Adil kan? Mau apapun alasannya, entah bisa dimaafkan atau tidak, untuk saya, masa lalu menyakitkan tidak berhak lagi untuk kesempatan kedua. Itulah kenapa saya 'menyingkirkan' semua orang yang pernah melukai atau mengecewakan saya di masa lalu. Memutus semua kontak, kalau ada teman yang tiba-tiba menyebut namanya, pasti ada rasa tidak nyaman. Jadi jika kamu pernah menjadi bagian pahit dari masa lalu seseorang, tahu dirilah. Jangan muncul di depan mereka lagi karena kamu jelas membuat mereka tidak nyaman.

Kenapa tidak nyaman?

Entahlah. Mungkin mereka trauma, dendam, atau benci, atau kamu benar-benar sudah dihapus dari daftar orang-orang yang ingin dia kenal.

"Artinya kamu tidak bisa berdamai dengan masa lalu."

Memangnya kenapa kalau saya menolak mereka hadir di hidup saya lagi? Kenapa harus saya yang bertahan dengan 'ketidaknyamanan' harus menerima mereka? Ngapain? 

Bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

Hah! Memang iya, tapi untuk kasus yang sudah kelewatan, kalimat itu tidak ada artinya lagi. Kamu bisa hidup seperti itu? Bodoh!

Pokoknya nggak!

Tidak ada kesempatan kedua untuk pemberi luka dan kecewa yang pernah saya terima.

Mereka kan bisa hidup tanpa saya? Saya bisa hidup lebih baik tanpa mereka. 

Selesai.

Assalamualaikum.

You May Also Like

0 comments