Pengalaman Mengesankan

by - November 27, 2023

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang di cerita malam ini.

Sebenarnya mau tulis ini sejak 14 November, tapi baru sempat hari ini. Yap, ini tentang tes CPNS dan PPPK. Itu loh, pekerjaan yang didewakan oleh hampir semua calon mertua. Hehehe...


Jadwal tes saya tanggal 14 Nov sesi 3 pukul 1 siang!!! Itu adalah jadwal rutin tidur siang, makan, dan scroll hp. Tentu saja saya mengantuk dan lapar saat di ruang tunggu.

Mulai berangkat dari Soppeng ke Makassar dengan dibonceng sepeda motor membawa 2 ekor kucing. Capeknya masyaa Allah. Matahari cetar, kucingnya berat, jalanan berlubang...

Dari 3 tes CPNS yang telah saya ikuti sebelumnya, baru kali ini saya niat beli sepatu hitam. Jadi saat hari H, pakai sepatu baru dong. Haha!

Berangkat pukul 11.00 siang, lagi-lagi dibonceng menembus macet dan panjangnya jalan Pettarani, saya tiba di Menara Pinisi (Universitas Negeri Makassar) yang menjadi titik lokasi (tilok) tes SKD untuk kemendikbudristek wilayah Sulawesi Selatan. 
"Bismillah. Assalamualaikum, akhirnya saya menginjakkan kaki di kampus ini," saya bergumam. Sudah banyak peserta yang datang dan selesai tes. Saya sendirian, tidak kenal siapapun sampai saya bertemu teman kampus yang juga tes dihari dan jam yang sama. Alhamdulillah, tidak sendirian lagi. Kami antri, registrasi, pembagian pin, cek pakai detektor, naik ke lantai 4, sholat, dan akhirnya waktu berperang tiba.

Bismillah. MasyaaAllah, Allahu Akbar. Rasanya mau kasih penghargaan bagi pembuat soal. Susah!!! 😭 Awalnya senyum saja, tapi masuk di tes figural ya Allah ingin rasanya teriak. Apa inii?????

Tapi alhamdulillah keluar dari ruangan masih waras. Lalu kami diarahkan keluar berjalan melintasi lorong spiral untuk turun ke lantai bawah. Kampus ini sangat cantik!!!! Beruntung sekali kali ini tesnya di sana. Keren!

Terlepas dari kampus yang cantik dan keren, semilir angin yang kadang kencang bertiup di lantai dasar sehingga ruang tunggu kami nyaman. Panitia yang ramah dan profesional mengarahkan kami dengan baik, pelan, gak pake urat. Yang membuat saya full senyum adalah bagaimana mereka memprioritaskan ibu hamil diantara kami. Ibu hamil yang berjuang dapat NIP, berjalan dengan langkah kecil menuju panitia sambil memegang perutnya yang membesar. Lucu, manis, dan dari sana perasaan senang itu ada. 

Hujan baru saja berhenti ketika tes selesai. Harum bau tanah bercampur bau aspal dan kendaraan cukup menyadarkan dimana kami saat itu. Pengalaman yang mengesankan.

Terima kasih panitia
Terima kasih UNM
Terima kasih atas kesempatan itu.

You May Also Like

0 comments