November Kelabu

by - Desember 14, 2023

Bismillah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Teman-teman, kalian sedang apa? Saya sedang ngantuk-ngantuknya nulis postingan ini karena mumpung lagi ingat nulis. Hehe

Sejak September kemarin, pikiran saya disibukkan dengan persiapan untuk tes CPNS. Bukan itu sih yang pertama, tapi tunggu lolos administrasi dulu. Sebenarnya ada hal yang saya khawatirkan tapi karena lolos administrasi ya sudah. Prepare untuk tes SKD. Demi tes SKD, saya belajar meskipun gak paham-paham jugaaa. Dan karena itu saya jadi takut sendiri kalau gak lolos passing grade. Jadi pecut terus belajarnya sampai absen nonton drakor! Biasanya nonton semua drakor ongoing, ini tidak sanggup lagi. Satu saja sudah kewalahan.

Alhamdulillah dibantu Allah lolos passing grade dan lanjut ke SKB. NAH... persiapan micro teaching dan wawancara + CAT. Mana sempat nonton drakor? Saya pasti gila karena nekad maraton SWEET HOME 2. Ya mau bagaimana lagi? Mau bikin ppt atau latihan wawancara tapi jadwal belum ada. Ditunggu berhari-hari bahkan sampai tengah malam tapi tidak kunjung kelihatan. Justru saat tidak ditunggu, tiba-tiba muncul dan waktunya mepet. Astaghfirullah... Sampai gak nafsu makan saking lamanya menunggu jadwal tes. Begini amat cari kerja. Saya akui tebalnya kesabaran mereka yang melamar formasi di kemendikbudristek. Kalian hebat!!! 

Terlepas dari tas tes sat set itu, hal lain yang saya korbankan adalah tidur siang dan kesempatan nonton konser SEVENTEEN. Tapi meskipun saya bisa nonton konser, pasti tidak bisa dinikmati karena jadwal konser mereka serentak dengan pembunuhan membabi buta warga Palestina. Para zionis itu membuat kesabaran saya lebih tipis dari tisu. Saya yang selama ini belajar menjaga perkataan, sekarang jebol gara-gara mereka. Sudah terang-terangan membunuh banyak warga sipil terutama wanita dan anak-anak, mereka masih bisa main drama. Pemimpin mereka Fir'aun ya?? Bego bener!

Astaghfirullah...

Dari fotonya, saya senang sekali melihat Wonu dkk bergembira di konser, tapi saya tidak bisa menikmati itu dengan maksimal karena perang ini. Kalau ingat anak-anak yang terbujur kaku bersimbah darah, bahagia itu redup lagi.

Ya Allah, teruskan perang ini sampai para zionis itu kehilangan hal-hal berharga mereka. Biarkan mereka hidup dengan kesengsaraan dan penyesalan tiada akhir. Biarkan anak cucu keturunan mereka tahu kebiadaban mereka dan merasakan karma.

Ini kutukan yang kulakukan dengan senang hati untuk para zionis yang dengan senang hati menyerang Palestina. Kalian akan hidup tapi seolah mati sampai keturunanmu habis.





----------
Ditulis setelah tes CAT

Qadarullah...
Saya kalah saing sama peserta lain yang skornya lebih tinggi. 

Sedih? Iya. Kecewa? Pasti.
Padahal kan sisa 1 tahap lagi, malah gagal. Jangan tanya bagaimana rasanya. Wihhhh...
Tapi bersyukur atas kesempatan itu. Saya tetap menghargai usaha yang saya lakukan untuk sampai ke sana. Setidaknya tahu bagaimana rasanya jatuh saat nyaris berhasil.

Teman-teman yang berhasil lolos, semoga jadi ASN yang berintegritas sampai akhir. Jelas saya iri dengan kalian. Masih muda, sudah berhasil. Saya?

But who knows? Takdir seseorang tidak ada yang tahu. (Sekarang sudah masuk sesi melapangkan dada dan menghibur diri sendiri).
Mungkin bukan di sini jalan bagi saya, mungkin bukan sekarang, mungkin bukan di tempat itu. Pasti ada, dan yang tahu itu hanya Allah. Saya menguatkan diri sendiri agar tidak menangis, tapi akhirnya jebol saat nonton drakor.

Oke kegagalan selanjutnya, dimana kamu berada? Akan saya habiskan jatah gagal dalam hidup, agar nanti yang tersisa hanya keberhasilan.



You May Also Like

0 comments