Persahabatan Namja

by - September 01, 2014


Dunia ini indah. Bahkan lebih indah dari yang kamu bayangkan. Kenapa? Tuhan memberi begitu banyak berkah yang tersebar di permukaan bumi dan harus kita syukuri. Satu contohnya adalah teman. Seorang teman mampu membuat kita tersenyum, jengkel, murung, marah, sedih, atau bahagia. Bagaimana kalau lebih dari satu? Yakinlah hidupmu tidak akan pernah datar! Ada banyak kisah yang akan terjadi dan kamu tidak akan pernah melupakannya.

Foto di atas adalah foto ketiga teman saya yang sedang sibuk mengerjakan 'sesuatu' waktu itu, entahlah saya lupa. Saya memotret mereka dengan kamera hp seadanya. Saya mengabadikan momen itu karena satu alasan, saya senang melihat anak laki-laki berkumpul! Mereka terlihat akrab, meski satu diantara mereka tidak dalam satu kelas. Tapi mereka sering bertemu di luar, futsal, main PS, jalan-jalan, atau sekadar nongkrong di salah satu tempat tinggal mereka (kost).

Punya teman laki-laki? (pertanyaan untuk perempuan). Mereka menjagamu? Jawaban dari kedua pertanyaan itu adalah IYA. Saya seorang teman perempuan yang pemarah, tapi sangat manja pada mereka. Tentu saja saya sering membuat mereka jengkel, bahkan mungkin ada yang frustasi. Tapi pada kenyataannya, mereka selalu mengalah dan mengabulkan yang saya inginkan (hanya permintaan kecil dan ringan). Itu okenya punya teman laki-laki.

Tapi bagaimana dengan mereka sendiri? Pertemanan sesama anak laki-laki. Mungkin bagi mereka, teman atau sahabat tidaklah penting. Mereka semua saudara. Titik. Kadang saya perhatikan ketika mereka berkumpul, entah itu membicarakan bola, atau membully seorang diantara mereka (bercanda). Satu bercerita, semua tertawa bersamaan. Perempuan juga kadang begitu, tapi entah kenapa saya merasa mereka lebih akrab daripada kami. Dari sudut pandang saya, mereka sudah seperti saudara kandung. Kemana-mana selalu bersama, makan, tidur, sampai membuat masalah juga bersama. Sama-sama bolos kuliah misalnya, seharian penuh!

Pernah melihat mereka bermusuhan? Pernah, tapi jarang. Mereka tidak pernah membeberkan masalah mereka ke publik, justru biasanya setelah masalah itu selesai baru berita itu sampai di telinga. Mereka tetap rukun, seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Laki-laki, entah apa yang ada di pikiran kalian. Cuek dengan perempuan, tapi ramah dengan laki-laki (dalam hal pertemanan). Pertemanan mereka kadang membuat saya iri. Seandainya saya laki-laki.....ahh, tapi saya bersyukur menjadi perempuan, karena bisa berteman dengan mereka. Saya memang perempuan tapi rasanya persahabatan laki-laki lebih erat dan asli daripada perempuan. Mungkin karena itu saya lebih suka berteman dengan mereka. Kalian bagaimana?

NB: Namja adalah laki-laki, dalam bahasa korea.

You May Also Like

0 comments