Rekaman Perjalanan 4 Hari
Kepolosan anak – anak, seberapa
menyentuh keajaiban satu ini? Dengan menjadi volunteer, bagian dari SOKOLA KAKI
LANGIT, saya kembali mengingat masa SD. Anak kecil ingusan, lucu, lincah, egois, mudah marah dan menangis, namun tak
pernah lepas dari kesan polos dan apa adanya. Saya baru bergabung di Angkatan ke-3, berarti Sokola sudah berlangsung 3 kali, sekali sebulan. Rencananya, ini akan diadakan selama 1 tahun di Umpungeng.
Kegiatan ini diadakan di Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Perjalanan ke sana di tempuh
kurang lebih tujuh jam dengan jalan kaki. Bukan hanya karena medan yang berat
tapi karena jujur, letak Umpungeng benar – benar kelewatan. Kelewatan jauhnya! Naik
turun gunung, keluar masuk hutan pinus, melewati tiga sungai, apalagi kami
mendapat jackpot ketika perjalanan,
hujan deras! Namun mata disuguhi pemandangan alam yang indah tak terbantahkan. Gunung
berjejer memamerkan kekokohannya, pohon – pohon tinggi menjulang. Sesekali kami
menemukan pohon durian yang berbuah lebat, tak usahlah dicoba, melihatnya saja
sudah membuat senang. Selain pohon durian, di perjalanan juga ada buah ‘tarro’,
‘settung’, pala, aren, dan buni, jadi lelah itu terbayarkan sudah.
SD Umpungeng terletak sekitar 30
menit perjalanan dari tempat kami menginap. Bagi saya itu jarak yang cukup
jauh, tapi tidak untuk anak – anak ini. Mereka ke sekolah dengan ceria bersama
teman – teman, sesekali mereka bisa memanen buah – buahan di perjalanan. SD Umpungeng
terdiri dari 6 kelas dengan jumlah siswa berbeda setiap kelas, ada yang banyak
dan ada yang sedikit. Menurut keterangan salah seorang guru, jumlah tenaga
pengajar di sana hanya tiga orang, kadang mereka kewalahan karena harus
mengatasi 6 kelas. Dengan kedatangan kami, mereka sedikit terbantu, meskipun
itu hanya untuk beberapa hari.
Mengajar anak – anak bukanlah hal
yang mudah. Dari mereka, saya sadar betapa sabarnya guru yang mengajar saya
ketika kecil. Kebetulan saya mendapat kesempatan mengajar di kelas dua. Jujur,
latar belakang mengajar saya tidak ada sama sekali, jadi saya bertanya mereka
ingin belajar apa dan saya terkejut mendengar jawabannya. Anak SD kelas dua,
yang bahkan belum lancar membaca dan berhitung, mayoritas mereka menjawab
MATEMATIKA! Matematika adalah pelajaran yang paling saya benci sejak SD hingga tamat kuliah. Tapi mereka? Ahh…
anak – anak ini selalu membuat saja merasakan hal – hal ajaib.
Pulang sekolah, kami mengajak
mereka bermain di lapangan. Seperti kembali ke masa lalu, anak – anak ini
bermain dengan lincah, memperhatikan kata – kata kakak yang memberi instruksi. Meski
beberapa diantara mereka nakal, tapi bukankah itu sifat alami anak – anak? Selain
bermain, kami juga memberi pelajaran baris – berbaris, bukan main susahnya. Tapi
beberapa diantara mereka sudah bisa melakukannya, ada bangga yang terselip.
Selanjutnya ada kelas kreatif,
kami menunjukkan tutorial origami untuk membuat hati, kupu – kupu, dan robot. Kemampuan
otak mereka juga hebat. Tidak ada masalah dalam pembuatan origami, seni melipat
kertas ini memang banyak membantu. Selain menghibur, juga mengasah otak kiri
mereka.
Perpisahan dilakukan dengan
pemberian hadiah untuk peserta terbaik dan membagikan permen untuk yang
lainnya. Meski kecil, tapi mereka menghargai apa yang kami berikan, mereka
menyalami kami satu persatu dan berlari pulang ke rumah masing – masing
memamerkan origami yang telah mereka buat, mungkin.
Sekian postingan kali ini.
Jika kalian berminat menjadi
Volunteer, siapkan dulu waktu kosong sekitar 4 hari. Dijamin tidak akan menyesal.
Ini bukan bualan, karena saya sudah merasakannya sendiri.
Mari bergabung di SOKOLA KAKI
LANGIT, karena kita bisa membantu mimpi mereka menjadi nyata.
Untuk info selanjutnya, akan saya
posting kemudian.






2 comments
Tungguka selesai kak Riaaa :D Mu gkin banyak manusia unyu' yang pipinya siap di gigit oleh moster Bumi hehe :D
BalasHapusTerima kasih atas ilmu dan amal baik yang sudah ditabur di Desa kami, ASSISUmpungeng. Insya Allah kelak akan tumbuh dan berbuah sepanjang masa. Hanya Allah yang maha Agung yang mampu membalas kebaikan ini dg setimpal. Koreksi: Kampung Umpungeng berada di Desa Umpungeng, Kec.Lalabata, Kab.Soppeng. Inilah Dusun yang tersisih sejak dulu hingga kini. Semoga mentari segera terbit dari Sekolah Kaki Langit
BalasHapus