Jaga Ketulusanmu
Banyak orang di dunia ini merasa dikhianati, disakiti, dan perasaan tidak enak lainnya. Padahal mereka sudah melakukan yang terbaik menurut mereka. Mereka merasakan ketidak adilan sedang menyerbunya. Dan satu-satunya emosi yang mereka rasakan adalah marah.
Tapi cobalah duduk, tenang, dan pikirkan baik-baik dengan apa yang telah kita lakukan. Benar atau salah? Jika salah, maka pantas jika kita merasa seperti itu. Tapi jika benar, kembali tanyakan pada nurani kita, apakah kita melakukannya dengan tulus?
Hmmph... Jika kita melakukan sesuatu dengan tulus, tapi tanggapan orang lain negatif, tidak masalah. Ingatlah selalu, setiap orang punya sudut pandang yang berbeda. Seperti selera setiap orang dalam memotret dari sudut manapun yang mereka suka.
Jangan bersedih atau marah jika ketulusanmu diabaikan. Hatimu pasti mengerti, apa yang harus dia rasakan. Cintai dirimu. Jangan membiarkan ketulusan menjauhimu. Jaga dia agar tetap menjadi sifatmu. Karena tahu tidak, kadang saya berpikir, kalau orang yang mengabaikan ketulusan orang lain adalah orang paling bodoh. Bodoh karena menyia-nyiakan anugerah Tuhan yang dititipkan melalui orang lain.
Jadi, jangan pernah menyesal telah berlaku tulus kepada orang yang tidak menghargainya. Karena mereka bodoh.
Maaf jika ada orang bodoh yang membaca ini, karena yang menulisnya juga termasuk 'orang bodoh' itu.
Sekian.

0 comments