Serba Pertama Part.2

by - Desember 24, 2016

Cerita ini lanjutan perjalanan saya di Bali.

Oleh kak Irmi dan kak Asgar, saya diajak mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon. Katanya dari atas, bangunan itu tampak seperti lonceng raksasa yang biasa digunakan umat Hindu untuk berdoa di pura. Excited! Masuk ke dalam pura sekalipun saya tidak pernah. Monumen ini juga museum tempat segala cerita dan peninggalan sejarah perang bali jaman dulu. Saya tidak tahu cerita tentang perang itu, jadi agak sulit untuk memahaminya.

Untuk masuk ke monumen, kita membayar karcis masuk sepuluh ribu rupiah untuk dewasa dan lima ribu untuk anak-anak. Setelah melewati pagar masuk, kita langsung disuguhi pemandangan yang bali banget. Gapura besar dari batu dengan pahatan yang khas. Tentu saja ada bunga kamboja. Di sini, selama kita bisa melihat bangunan yang khas bali, pasti ada bunga kambojanya. Ada jalan setapak yang mengelilingi monumen, disisi jalan setapak dipenuhi dengan rumput hijau, dan bunga-bunga. Serasa ada di taman. Memang itu taman monumen. Haha

Saya memasuki pintu masuk museum dan disambut patung besar berwarna putih di setiap sisi. Ditengah ada tangga berkarpet merah yang berbentuk spiral menuju lantai paling atas. Diatas sana, keindahan lapangan Renon terlihat dengan jelas. Pohon yang berjejer, rumput hijau yang memenuhi setiap sudut tanpa cela, beraneka ragam tanaman yang cantik, dan semua aktivitas pengunjung. Utamakan lapangan Renon, karena tempat itu merupakan jogging track. Dibagian rumput lain pengunjung bisa duduk-duduk melihat kesibukan orang lalu lalang. Ada yang piknik bersama keluarga, ada yang yoga, dan kegiatan lainnya. Tempat yang cocok untuk menghabiskan sore.

Hingga pukul setengah enam sore, monumen ditutup. Langit masih terang. Itu yang saya amati selama disini. Langit masih terang meski sudah pukul 6 sore, padahal matahari terbit lebih cepat. Memang ada perbedaan di setiap tempat, tinggal cara kita mensyukurinya.

You May Also Like

0 comments