Dia Hilang Meninggalkan Banyak Kenangan

by - Maret 16, 2017

Ini cerita tentang seseorang yang dulu sangat dekat dengan saya. Saking dekatnya, dia bisa tahu segalanya tentang saya, tapi sebaliknya, tidak semua tentangnya saya tahu. Dia sangat tertutup. Saya bahkan terkejut saat dia curhat kalau sedang ada masalah dengan pacarnya. Dia tidak pernah bercerita tentang privasi sebelumnya. Dia juga sangat menghormati dan menghargai privasi saya. Semua yang dia tahu hanya dari melihat perilaku saya.

Karena kedekatan itu, orang-orang di sekitar mengira kalau kami pacaran. Untuk hal yang satu itu, percuma jika kami membantah. Karena kemana-mana kami selalu bersama, dimana ada dia pasti ada saya. Dia tidak ada, yang ditanya saya, pun sebaliknya. Itu sudah seperti rahasia umum. Tapi mereka tidak akan percaya hal sebenarnya, diantara kami tidak ada hubungan semacam itu. Hanya dua orang yang cocok dalam banyak hal.

Apakah saya menyukainya? Iya. Kenapa tidak? Dia laki-laki yang menghargai perempuan, dan semua orang. Dia cerdas, humoris, dan jago bahasa Inggris. Dia selalu melakukan apapun yang saya minta tanpa harus mengulangnya dua kali. Yang paling saya ingat adalah sms "Have a nice dream" yang tidak pernah dia katakan sebelumnya.

Apakah dia menyukai saya? Itu jawaban yang belum saya dapatkan hingga sekarang. Tapi dari semua yang terjadi saya menyimpulkan kalau jawabannya TIDAK. Saya bahkan berpikir kalau dia memiliki seseorang yang ia kagumi dan sudah tinggal di hatinya selama bertahun-tahun bahkan sebelum saya mengenalnya. Cemburu, itu yang saya rasakan. Tapi itu hanya pemikiran saya.

Waktu dan kesibukan masing-masing memisahkan kami secara permanen. Kontak hilang, dia hilang, tepatnya menjauhi saya. Pertanyaan "Ada apa?" tidak pernah ditanggapi. Pesan melalui SEMUA media diabaikan. Saya harus bagaimana? Saya tidak ingin seorangpun tahu, jadi saya tidak mencoba bertanya pada siapapun. Saat itulah saya benar-benar merasa kehilangan. Orang yang hampir setiap hari bersama saya, yang tahu segalanya tentang saya, tiba-tiba menjauh. Salah saya apa? Karena saya memiliki perasaan itu dan dia tahu, mungkin karena merasa tidak nyaman, diapun menjauh. Rasanya sakit sekali setiap orang bertanya, "Kenapa tidak bareng dia? Kalian kan sepaket."

Itu masa lalu, tapi semua kenangan bersamanya menyenangkan. Hanya satu yang saya sayangkan dari dia. Sikapnya yang menjauh dan seolah tidak peduli. Itu yang membuat saya yakin kalau dia memang tidak memiliki rasa yang sama. Ya sudah. Terima kasih karena pernah ada.

#kampusfiksi #harikeenam

You May Also Like

1 comments

  1. Oh, sedih. Cinta searah memang nyesek :')



    btw, bolehlah kunjungan baliknya hehe https://www.wattpad.com/385799971-one-thing-called-love-3 kritik-saran ditunggu. Makasih :D

    BalasHapus