Teknisi Patah Hati

by - Maret 16, 2017

“Ria, nda mauko temanika pi joging?”

Pertanyaan itu selalu saya jawab dengan, “Tidak.”

Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali dia mengajak saya joging dan saya menolak. Alasannya hanya satu, malas. Dan dia tetap dengan rencananya, berangkat joging sendiri.

Itulah satu contoh sifat yang dimiliki orang satu ini. Jika sudah bertekad, maka itu harus. Keras kepala, keras hati, kepala batu! Namanya Andi Kumalasari, tapi dipanggil Mey. Nama itu sudah ada sejak kami SMP. Oh saya lupa, kami sudah kenal sejak kelas 1 Sekolah Dasar. Satu kelas sejak SD, satu sekolah di SMP dan SMA, sempat satu rumah saat kuliah di Makassar meskipun di Universitas berbeda. Bisa dibilang saya menghabiskan waktu lebih banyak bersamanya daripada siapapun. Jadi untuk bercerita tentangnya tidak perlu berpikir.

Tulisannya bagus. Maksud saya handwriting, tulisan tangan. Saya suka tulisannya sejak SD, tegak bersambung, cantik, rapi. Tapi sekarang sudah berantakan. Haahaha. Mungkin karena dia sudah jarang menulis di atas kertas, lebih sering di komputer dan ponsel. Selain tulisan tangan, dia juga jago menggambar. Menggambar tokoh yang entah siapa, di foto, lalu di upload disertai caption baper. Katanya dia memang memilih tema baper untuk tulisan-tulisannya. Dia tidak peduli orang mengatakan dia sedang patah hati atau jatuh cinta.

Jika melihatnya, mungkin kamu berpikir dia gila dan aneh. Memang! Dia sering berfoto-foto kosong, dengan senyum dipaksakan, lalu menguploadnya ke sosmed tetap dengan caption baper. Kadang, timeline saya penuh dengan postingannya. Dia seperti itu sejak mengenal yang namanya cinta. Percaya atau tidak, dulu dia adalah Pinru (pimpinan regu) saat kami aktif pramuka penggalang (SMP). Di SMA bahkan dia menjadi orang yang berperan penting dalam pembuatan film yang diputar dalam pensi sekolah. Hebat, kan? Itulah kenapa saya mengatakan kalau dia salah jurusan saat kuliah, ekonomi.

Lagi. Tak lama setelah ia lulus kuliah, ia mendirikan sebuah gerakan relawan untuk mengajar anak-anak di daerah terpencil, Sokola Kaki Langit. Dalam setiap tulisan tentang dia, saya selalu memasukkan informasi ini karena gerakan ini sangat hebat. Saya sebenarnya tidak berniat bergabung, tapi karena dia mengajak maka saya ikut dan jadilah saya bergabung menjadi relawan. Sampai saat ini, Sokola sudah memiliki sekitar 200 relawan dan kakak-kakak hebat ini terus berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak yang membutuhkan pendidikan yang layak. Semua berasal dari ide orang aneh ini, Mey.

Huah Cebae! Begitu saya memanggilnya. Dia suka coldplay, meski tidak pernah mendengarnya menyanyikan lagu coldplay. Dia suka warna kuning, tapi sepertinya sekarang dia suka warna biru. Dia tidak bisa makan makanan pedis, wajahnya akan memerah seketika. Dia pilih-pilih makanan. Saat kami ingin makan pangsit, dia harus bakso. Saat makan bakso, dia harus pakai tahu. Kami ingin makan sup ubi, dia bilang tidak suka. Dia bikin kapurung saya tidak ingin kacang panjang, tapi dia tetap memasukkan bahan satu itu. Eugh!!!

Tapi kenapa kami bisa berteman sampai lebih dari 20 tahun? Saya juga tidak tahu. Mungkin karena saya teman yang bisa ia ajak ke Umpungeng, saya teman yang bisa ia temani berdiskusi tentang tulisan, tentang foto, tentang perasaan!

“Sudah meko ku tanya kalau ada orang suka ka’?” katanya sambil memeluk diri sendiri karena kedinginan di malam saat kami mengunjungi sebuah tempat.

Saya langsung berpikir ke arah mana pembicaraan ini, tentang seorang laki-laki. Saya hanya bisa mendengar lalu tertawa karena tidak mengenal laki-laki itu. Dia berbisik, menceritakan apa yang terjadi dan penilaiannya tentang laki-laki itu. Dia menyukainya. Meskipun dia menolak itu berkali-kali, iya suka tapi kalau cinta mungkin tidak sampai sana. Baiklah saya ganti kalimatnya, dia jatuh cinta. Jika tidak, tidak mungkin dia betah bercerita tentang ini itu berulang-ulang, terus menerus, sampai saya bosan mendengarnya. Masih mau bilang tidak, ketika wallpaper ponselnya adalah foto orang itu? Please deh, pernah ja juga. Hahaha.

Mey punya banyak mantan pacar, tapi saya hanya tahu (bukan kenal) beberapa. Hahahaha. Bagian ini terlalu lucu untuk saya ceritakan. Selain mantan pacar, dia juga punya mantan odo-odo (gebetan) yang menjadi parasit di hatinya selama bertahun-tahun. Meskipun sudah patah hati berkali-kali dia tidak juga jera. Kalau sudah diperingatkan, dia hanya bisa diam, memberi pembelaan yang tetap akan saya potong. Untung dia bisa mengatasi patah hatinya, meski kadang membuat kami kesal dan marah-marah.

Hari ini dia ada di Pinrang, mencari calon lokasi selanjutnya untuk Sokola Kaki Langit mengabdi.

Good luck!

Dan selamat ulang tahun!
Jangan lupa bahagia.
Jangan terlalu cepat jatuh cinta.
Jangan patah hati lagi.
Segeralah menikah dengan yang terbaik.

Annyeong ^^~

Soppeng, 16 Maret 2017

You May Also Like

0 comments