Dia Ingin Aku Menjadi Istrinya

by - Maret 15, 2017

"Kita baru pertama bertemu tapi bolehkah aku berniat baik untuk melamarmu sebagai istriku? Kamu mau pulang ke rumah, kan? Kalau diizinkan, aku bisa mengutarakannya segera ke orang tuamu," lanjutku begitu yakin.

Seketika segala sesuatu nampak cerah. Aku melihat perubahan air mukanya yang terkejut. Seketika dunia berhenti bergerak, jarum jam berhenti berdetik. Aku dikuasai oleh perasaan yakin. Tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang dalam perjalanan. Aku tidak menyangka perjalanan impulsifku ke Surabaya akan begini.

Penggalan cerita dari "Langit di Kaca Jendela" dalam buku Lautan Langit - Kurniawan Gunadi, halaman 48-49. Dari semua cerita dalam buku tersebut, ini adalah cerita yang paling saya suka, paling favorit.

Sebuah perjalanan tidak terduga yang mempertemukan kita dengan seseorang yang membuat sebuah keyakinan yang kuat muncul. Pertama kali membacanya, saya bilang kalau orang ini gila. Benar-benar gila! Bagaimana mungkin orang yang baru pertama ditemui, membuatnya berpikir untuk menikah? Memang tidak ada dalam penggalan tersebut, tapi wanita yang ia lamar itu memiliki seorang anak yang masih bayi. Dan sepanjang perjalanan dengan kereta api, pria gila ini yang membantu menggendong bayi itu sementara ibunya (wanita ini) tidur karena tampak lelah.

Gila! Dia gila! Tapi seandainya memang ada laki-laki seperti itu, saya yakin dia serius. Dia tidak menjalin hubungan yang menggantung, dia ingin menikah. Keputusan yang sangat sulit diambil laki-laki zaman sekarang. Banyak yang mengartikan menikah itu begini begitu, tapi menurut saya menikah itu bertindak. Bukan hanya sekadar mimpi, atau kata-kata.

Tapi setelah selesai membaca cerita ini, saya justru berpikir ini cerita romantis. Laki-laki itu romantis dengan caranya sendiri. Mendadak, super berani, dan sulit dipercaya. Hahaha

Adakah saya dipertemukan dengan pria seperti itu?
^_^

You May Also Like

0 comments