Yieppo Annyeong
It's hurt....
Aaaahhhhh.... Yieppo. Kucing dengan corak bulu cokelat putih itu mati. Iya, mati. Ah, saya tidak mau membicarakannya.
Kenyataan itu sangat sulit diterima karena kucing itu sangat pendiam. Mengeong hanya sesekali. Jika minta makan dia hanya duduk manis di depan pintu. Dia tidak pernah menggigit atau mencakar. Saya paling suka mengelus bulu dan menggaruk-garuk lehernya. Setiap saya panggil pasti dia datang, menggesekkan badannya di kaki saya. ATAU hanya 'duduk cantik' dengan kaki belakang tertekuk dan kaki depan diluruskan. Itu posisinya yang paling cantik! Saya paling suka itu. Karena itu saya memberinya nama Yieppo (dalam bahasa korea artinya cantik).
Selama tinggal di rumah, dia sudah melahirkan 4 kali. Pertama kali dia melahirkan 1 ekor, tapi akhirnya mati karena anaknya dimangsa anjing jahat. Kedua dan ketiga dia melahirkan masing-masing 2 ekor yang bulunya seragam, cokelat semua (ikut bapaknya) dan sekarang mereka berempat sudah besar. Dan yang ke empat dia melahirkan 2 ekor yang sama dengan corak bulunya, cokelat putih. Tapi nasib kedua ekor itu tidak tahu bagaimana. Yieppo memindahkan mereka saat mereka belum bisa berjalan dan tidak pernah kelihatan sampai sekarang.
Sejak dua hari yang lalu saya memang tidak pernah melihatnya. Saya panggil juga tidak datang. Sore tadi saya melihat mayat kucing persis Yieppo di pinggir jalan dan perasaan saya benar-benar tidak enak. Entah kenapa saya yakin itu Yieppo. Uwehh... Air mata saya mengalir, mata sembab dan merah. Rasanya sesedih itu ya kehilangan?
Kucing ramah itu sekarang sudah tidak ada. Tinggal anak-anaknya tapi tidak ada yang seramah Yieppo.
Nyawa kucing itu bukan 9 tapi hanya satu. Sekali dia pergi dia tidak akan pernah kembali.
Aahh... Perasaan seperti ini benar-benar tidak enak, ini menyiksa. Rasanya sedih sekali mengingatnya. Dia kucing pertama yang paling dekat dengan saya dan sesedih ini karena kehilangannya. Hujan terus turun tanpa henti membuat saya semakin sedih. Semoga Yieppo tenang di sana dan jika ia terlahir kembali, semoga kami bisa kembali berteman.
Uri saranghamda Yieppo
Annyeong…

0 comments